BKPM: 200 Pengusaha Shandong Bidik Jawa Tengah

0
570
Badan Koordinasi Penanaman Modal bekerjasama dengan Kedutaan Besar Indonesia di Beijing China melakukan one to one meeting dengan calon investor, Rabu (20/11/2019). BKPM dikomandani oleh Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Nurul Ichwan bersama Anggota Komite Investasi Eka Sastra dan Rizal Calvary Marimbo. Pertemuan ini diprakarsai oleh Dubes RI Djauhari Oratmangun dan BKPM.

BEIJING—Sebanyak 200 pengusaha asal Shandong, China, membidik investasi ke Batang, Jawa Tengah. Hal itu terungkap pada pembicaraan one to one meeting antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Asosiasi Pengusaha Wood and Wood Product Shandong di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing, China, Rabu (20/11/2019).
“Tim BKPM dibawah pimpinan Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Bapak Nurul Ichwan mewakili Kepala BKPM, beliau menerima delegasi dari Shandong. Mereka menyatakan sedang membidik Batang, Jawa Tengah sebagai destinasi investasi dibidang perkayuan dan furniture,” ujar Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Rizal Calvary Marimbo di Beijing, China, hari ini dalam keterangannya.
Nurul didampingi Anggota Komite Investasi Eka Sastra dan Anggota Komite Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Rizal Calvary Marimbo. Pihak pengusaha Shandong dipimpin oleh Presiden Asosiasi Pengusaha Wood and Wood Product Shandong Yang Yulu dan Sekretaris Eksekutifnya Xu Baochuan. Pertemuan ini terlaksana berkat kerjasama dan inisiasi Dubes RI untuk Indonesia Djauhari Oratmangun dan BKPM.
Dalam kesempatan itu, ujar Rizal, Nurul menjelaskan kebijakan baru Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk membantu investor yang akan masuk ke Indonesia secara paripurna. “Bapak-Bapak kami mohon maaf Bapak Kepala BKPM yang sedianya hadir bersama Bapak tidak bisa hadir sebab mendadak harus mengikuti Rapat dengan Bapak Presiden kami. Namun beliau minta agar kami segera membantu kendala-kendala apa di lapangan yang BKPM bisa segera bantu selesaikan,”ujar Rizal, mengulang penjelasan Nurul.
Dia mengatakan, selain Indonesia, para pengusaha ini juga sudah mengunjungi Vietnam, Kamboja dan negara Indochina lainnya. Negara-negara ini menawarkan lahan gratis. Namun, mereka kemungkinan besar lebih Indonesia. Meski mereka sedang mempertimbangkan masalah lahan.”Mereka lihat kayunya di Indonesia jauh lebih bagus,” ujar Rizal.
Selain, Jawa Tengah, para pengusaha Shandong juga sedang mempertimbangkan Kalimantan Timur. Pertimbangannya, harga lahan di Kalimantan Timur jauh lebih murah dibandingkan Jawa Tengah. Kalimantan Timur juga sudah memiliki kayu hutan yang melimpah. “Hanya saja, Jawa Tengah unggul di ketersediaan sumber daya manusianya dan infrastruktur penunjang lainnya,” pungkasnya.

Empat Pulau Lain
Tak hanya itu, bila sukses di Jateng, para pengusaha Shandong juga mengincar membangun kawasan industri furniture di empat pulau lainnya seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. “Mungkin dia test case-nya di Jateng. Sukses di sana, mereka akan ekspansi ke pulau-pulau lainnya, membangun kawasan industri,”ujar Rizal.
Sebelumnya, para pengusaha ini juga telah menemui Bupati Bupati Batang, Wihaji. Di Batang, para pengusaha Shandong ini melihat potensi kayu dari hutan kawasan industri yang melimpah. Sehingga dianggap cocok untuk menghasilkan produk berorientasi ekspor.(NP05)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here