Tim Pengabdi Faperta UNTAD Gelar Pelatihan Kultur Jaringan Sesuai Protokol Covid 19 kepada SMA Negeri 1 Parigi

0
86

Foto : Kegiatan Siswa- Siswi SMAN 1 Parigi saat menerima ilmu dari para Dosen Fakultas Pertanian UNTAD (F-doc/UNTAD)

PARIMO, nuansapos.com – Pandemi covid 19 tak menyurutkan semangat Dosen Fakultas Pertanian UNTAD (Dr. Ir. Ramal Yusuf, M.Sc/Ketua; Ir. Hawalina Kasim, M.Sc/Anggota; Yusran, S.P., M.Sc/Anggota) melakukan Pengabdian kepada Masyarakat, kali ini menyasar SMA Negeri 1 Parigi.

“Pelatihan dan Pendampingan Kultur Jaringan sebetulnya telah menjadi agenda dosen-dosen di bidang bioteknologi sejak lama, namun SOP pelatihan serupa, kali ini disesuaikan dengan prokes pandemi covid 19″ urainya.

Nampak para Dosen UNTAD saat melakukan kunjungan di SMAN 1 Parigi (F-Doc/UNTAD)

Setiap peserta harus menjalani swab antigen dengan hasil negatif, menghindari kerumunan dengan membatasi jumlah peserta, screening suhu tubuh, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun sebelum berkegiatan”, tutur Ir. Hawalina, M.Sc yang ditemui di lokasi SMA Negeri 1 Parigi.

Kegiatan ini sangat penting, mengingat kurikulum pelajaran Biologi SMA Jurusan IPA membahas Kultur Jaringan tetapi hampir semua sekolah SMA dan SMK terkait di Sulawesi Tengah, termasuk SMAN 1 Parigi, belum memiliki fasilitas laboratorium untuk menunjang kegiatan kultur jaringan.

Dan mau tidak mau kita harus menyesuaikan SOP kegiatan dengan pandemi covid 19 agar selain bermanfaat juga aman”, tuturnya saat ditanya tentang latar belakang program tersebut.

Peserta didik SMAN 1 Parigi saat diberikan ilmu pertanian dari para Dosen UNTAD (F-Doc/UNTAD)

Pemberian materi pelatihan dan pendampingan kepada Guru Biologi dan Siswa Jurusan IPA tersebut berlangsung di SMAN 1 Parigi berjumlah 20 orang pada tanggal 6 Agustus 2021.

Sedangkan pelaksanaan teknik kultur jaringan diselenggarakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako pada hari berikutnya, atas dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako.

Setiap peserta mendapat materi tentang kultur jaringan, perbanyakan tanaman secara generative dan vegetative, perbanyakan tanaman secara konvensional dan modern.

Setiap peserta wajib dilakukan antigen guna menetralkan Laboratorium Fakultas Pertanian UNTAD (F-Doc)

Setelah mendapatkan materi dalam bentuk ceramah dan diskusi peserta mempraktekkan langsung pelaksanaan kultur jaringan mulai dari pengenalan peralatan, cara pemilihan dan penyiapan eksplan, pembuatan larutan stok dan media kultur jaringan, sterilisasi eksplan, peralatan dan media, pelaksanaan teknik aseptik, penanaman dan pemeliharaan kultur.

Hasil atau output yang dicapai dalam pelatihan ini adalah guru dan siswa SMA Negeri 1 Parigi yang diutus menjadi peserta telah memahami dan memiliki keterampilan melakukan teknik kultur jaringan dan bersertifikat.

Kedepan, diharapkan lebih banyak siswa yang dapat diikutkan, dan siswa terpilih kiranya dapat menjadikan momentum ini sebagai motivasi untuk memperdalam pengetahuan mengenai kultur jaringan dan bidang pertanian secara umum.

Demikian harapan Abd. Muis, S.Pd., M.Si, Kepala SMAN 1 Parigi dalam sambutannya saat pelatihan di Parigi. (**)

Wartawan : Sumardin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here