IN MEMORIAM BUPATI POSO 2005-2015
RCM: Poso Kehilangan Pemimpin Rendah Hati & Merakyat
JAKARTA, Nuansapos.com – Seorang
Tokoh Muda Poso – Mori Rizal Calvary Marimbo (RCM) melayat Bupati Poso 2005-2015 Almarhum Drs Piet Inkiriwang MM di Rumah Duka Garden Haven Pluit, Jakarta Utara, Jumat (25/12). Rizal mengatakan, Kabupaten Poso telah kehilangan sosok pemimpin yang rendah hati dan merakyat.

“Poso kehilangan sosok yang rendah hati dan merakyat. Beliau adalah teladan bagi banyak pemimpin muda di Poso, bahwa menjadi pemimpin itu wajib rendah hati dan merakyat,” ujar sosok yang disapa RCM ini. Tampak RCM ditemani Bupati Terpilih Poso 2021-2024 dr Verna Inkiriwang.
RCM mengatakan, Bupati Piet tidak segan-segan merangkul dan menyapa siapa saja yang ditemuinya. “Beliau tidak pilih-pilih orang. Itu kesan saya melihat langsung. Saya banyak belajar dari beliau soal kerendahan hati ini,” ujar dia.

Rizal mengatakan, dirinya memiliki pengalaman tersendiri dengan Bupati Piet, terkait kerendahatian ini. “Saya lupa tahun berapa. Pas Natalan di Desa Pancasila. Habis ibadah saya cari-cari beliau. Kok tiba-tiba menghilang. Ternyata, saya temukan Bupati Piet sedang duduk-duduk didapur, membaur dengan warga yang kerja didapur sambIl cuci piring. Biarpun Bupati, beliau tidak segan-segan bercanda (bakusedu) dengan warga. Betul-betul merakyat, asyik orangnya. Gak ada jarak,” ucap dia.
RCM mengatakan, sosok seperti inilah yang kurang di era ini. “Yang kaget jadi Bupati juga banyak, tingkah laku tiba-tiba berubah. Bupati Piet tidak berubah. Dia tetap merakyat seperti saat kampanye, semua orang disapa (tegur) dan dianggap saudaranya,” ucap Rizal.
Almarhum menghembuskan napas terakhir tadi malam Pukul 11.00 WIB di Rumah Sakit Siloam Jakarta Selatan setelah dirawat atas penyakit yang dideritanya.
Meski demikian, Almarhum masih sempat menyaksikan penetapan putrinya Verna Inkiriwang sebagai Bupati Poso Terpilih 2021-2024 oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Poso, belum lama ini.
“Beliau sempat bilang ingin hadir dalam pelantikan Ibu Verna, walaupun beliau sudah sakit-sakit,” pungkas RCM.
RCM juga mengatakan, bahwa dirinya masih sempat menerima whatsapp dari almarhum Bulan Agustus lalu. “Isinya, beliau minta saya singgah di Sulewana, kalau lagi pulang kampung. Belum sempat berjumpa, eh beliau sudah dipanggil Tuhan. Tepat dimalam Natal. Selamat jalan Pak Piet!,” tutup RCM.
Piet Inkiriwang Dimata BAM
Begitun halnya almarhum Drs Piet Inkiriwang MM, dimata Seorang Presiden Nuansa Pos Group, Bayu Alexander Montang SH (BAM), yang juga memiliki banyak kenangan hidup saat awal mengenal almarhum, yang saat itu masih sebagai anggota Polri demean posisi jabatan sebagai Kapolsek Kota Palu pada tahun 1998 silam.

“Almarhum bagi saya sudah seperti orang tua kandung saya sendiri, bagaimana tidak, sejak saya kenal beliau, tidak ada kata sulit untuk bertemu dengannya, walaupun telah menjabat sebagai seorang Kapolsek, yang saat itu sangat disegani.” ungkap BAM, yang juga mantan anggota DPRD Provinsi Sulteng.
BAM juga menuturkan bagaimana dirinya pada saat itu masih sebagai seorang loper koran. Namun bagi Almarhum, hal tersebut tidak dijadikan alasan untuk menerima dirinya saat ingin bertemu, baik ditempat tugas, maupun di rumah dinas milik almarhum.
“Walaupun saat itu, saya masih seorang loper koran, tetapi beliau menerima apa adanya dengan tulus hati, seperti orang tua sayang kepada anaknya sendiri.” tutur BAM.
Lebih dalam menambahkan, walaupun dalam pemberitaan di media yang dipimpinya yang kerap kritis bahkan miring terhadap pemerintahannya, namun hal tersebut tidak membuat beliau marah ataupun melaporkan ke pihak berwajib sebagai bentuk upaya hukum.
“Beliau sekalipun tidak menunjukan sikap marah dengan penulisan berita atas pemerintahannya, tapi justru sebaliknya beliau merangkul, bahkan memuji atas keberanian Dan sikap kritis Nuansa Pos, sebagaimama fungsinya,” ucap BAM, seraya menambahkan sejak awal dirinya mendapat kabar dukacita atas berpulangnya Almarhum Piet Inkiriwang, ia mengaku sangat bersedih dan merasa kehilangan sosok orang tua, sekaligus panutannya selama ini.
“Saya sekeluarga, turut berdukacita yang sedalam – dalamnya atas berpulangnya seorang tokoh politik, tokoh lintas agama dan panutan bagi semua orang. Karisma yang dimiliki dari seorang Piet Inkiriwang sukar dicari kesamaannya dewasa ini.” pungkasnya.(BM01)