Anggota DPR RI Dapil Sulteng Matindas J Rumambi Serahkan Bantuan Pribadi Untuk Dua Gereja Di Desa Meko
POSO, Nuansapos.com – Diselah kunjungan kerjanya di Sulteng, anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan dari Dapil Sulteng Matindas J Rumambi S.Sos, juga tak lupa meluangkan waktunya datang ke Desa Meko Kecamatan Pamona Barat, pasca mengalami bencana alam angin puting beliung, pada Sabtu 17 April 2021.

Maksud kedatangan wakil rakyat Sulteng tersebut, yang saat itu tampak turut didampingi oleh Ketua DPC-PDI Perjuangan Kabupaten Poso Heles Y Kapuy S.Pd.M.Kes, selain ingin melihat dari dekat dampak kerusakan yang terjadi pasca bencana, juga ingin bertemu langsung warga desa setempat sebagai wujud rasa kepedulian, serta rasa sebeban atas musiba tersebut.

“Kedatangan saya ini, bukanlah sesuatu yang berlebihan, apalagi dalam situasi sulit seperti ini dimana warga Desa Meko yang baru saja ditimpa bencana, rasa sebeban atas musibah inilah yang mewajibkan saya untuk bertemu dengan warga masyarakat yang saya wakili di parlemen,” ucap Matindas menjelaskan.

Ketua DPC-PDI Perjuangan Heles Y Kapuy S.Pd.M.Kes menambahkan musibah yang terjadi di Desa Meko, merupakan salah satu dari musibah bencana alam yang terjadi di negeri ini, yang merupakan dampak dari perubahan iklim.
“Kewaspadaan masyarakat dewasa ini sangatlah diperlukan, dalam mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam. Informasi data iklim maupun cuaca dari sumber dipercaya sangat diperlukan sebagai panduannya,” ungkap Heles seraya menambahkan “Bapak Matindas juga memberikan donasi pribadinya ke pihak gereja katolik santa maria dan gereja toraja, termasuk pula bantuannya atas meninggalnya anak Nugi Rantaola, melalui hamba Tuhan untuk teruskan ke pihak orang tua almarhum yang ada di Desa Talambo,” terangnya.
Diketahui dalam peristiwa bencana alam berupa angin puting beliung yang menerjang Desa Meko pada sekira pukul 16.45 Wita yang mengakibatkan bangunan gereja Katolik, bagian atap bangunannya terlepas (atap seng beserta kayu atap terlepas), begitu juga rumah Pastori (rumah Pendeta) gereja Toraja, satu rumah warga milik Dicky dan Kantor Puskesmas Meko juga mengalami hal yang sama
Selain itu, dalam kejadian ini, juga telah menelan korban nyawa seorang warga Desa Meko bernama YUNIAWATI TABARU, wanita usia 23 akibat tertimpa balok kayu.