Pasien Diusir Dari RS, Tapi Pegawai Pajak Bisa Punya Duit Ratusan Miliar
Medan, Nuansapos.com – Rafael Alun Trisambodo, pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP), bisa belikan anaknya mobil Rubicon yang harganya di atas Rp1.5 miliar.
Rafael punya kekayaan resmi 56 miliar sesuai LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Kemudian, yang baru diungkap PPATK, Rafael punya 40 rekening bank yang nilai transaksinya Rp500 miliar.
Begitulah gambaran tentang orang-orang korup yang bekerja di DJP. Kekayaan Rp50 miliar tak seberapa Rp200 miliar biasa saja.
Rafael Alun Trisambodo, pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP), bisa belikan anaknya mobil Rubicon yang harganya di atas Rp1.5 miliar.
Rafael punya kekayaan resmi 56 miliar sesuai LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Kemudian, yang baru diungkap PPATK, Rafael punya 40 rekening bank yang nilai transaksinya Rp500 miliar.
Begitulah gambaran tentang orang-orang korup yang bekerja di DJP. Kekayaan Rp50 miliar tak seberapa Rp200 miliar biasa saja.
Termasuklah para pejabat tinggi lainnya yang sebagian besar juga korup. Para gubernur, bupati, walikota, kepala dinas, dlsb, yang mencuri duit anggaran.
Selain kalangan penyelenggara pemerintahan yang korup itu, ada pula mitra mereka yang rata-rata rakus dan bejat. Mereka ini adalah para pengusaha di semua bidang. Mereka inilah orang-orang yang mengajak pegawai pemerintah berkolusi untuk memperkaya diri. Mengajak para pejabat DJP menggelapkan pajak puluhan miliar per laporan korporasi.
Anehnya, negara ini mampu mengalokasikan dana untuk dikorupsi, untuk ditilap. Tapi tidak untuk keperluan pelayanan kesehatan yang sangat diperlukan rakyat miskin.NP/RdI