Perkuat Ekonomi Pesisir, IMIP Salurkan 6 Unit Kapal Nelayan
Morowali, Nuansapos.com – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) baru saja menyerahkan enam unit kapal kepada nelayan penerima manfaat di Desa Keurea dan Fatufia, Kecamatan Bahodopi. Bantuan tersebut disalurkan untuk mendukung aktivitas perikanan sekaligus memperkuat kapasitas ekonomi komunitas masyarakat pesisir di sekitar kawasan industri hilirisasi berbasis nikel tersebut.
Bantuan diberikan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat yang dilakukan sebelumnya. Dengan menyesuaikan jenis peralatan dan kebutuhan aktivitas masyarakat, IMIP kemudian menyediakan kapal dan mesin sebagai satu kesatuan agar dapat langsung digunakan mendukung kegiatan menangkap hasil laut.

“Program ini merupakan inisiatif strategis dalam rangka memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan kapasitas operasional kelompok nelayan di Desa Fatufia dan Desa Keurea. Program ini dirancang sebagai bentuk intervensi perusahaan terhadap keterbatasan sarana produksi nelayan yang selama ini berdampak pada rendahnya efisiensi dan produktivitas kegiatan penangkapan ikan,” jelas Deputy Departemen Head Community Development & CSR PT IMIP, Laurencia Kirana Larasati, Rabu (30/09/2026).
Untuk diketahui, kapal bantuan tersebut berbahan fiberglass dengan dimensi panjang 10 meter, lebar 1,3 meter, berkapasitas hingga 10 orang, dan daya angkut maksimum 1,5 ton. Kapal tersebut dilengkapi mesin tempel Yamaha 15 PK serta kapasitas mesin 246 CC.
“Intervensi dilakukan dengan pengadaan dan distribusi 6 unit perahu fiber dan 6 unit mesin tempel kepada kelompok nelayan penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi administratif dan penilaian kebutuhan. Penetapan penerima mempertimbangkan aspek kebutuhan, kesiapan operasional, kapasitas kelompok, serta komitmen dalam mengelola, menggunakan, dan memelihara bantuan secara berkelanjutan,” sambung Laurencia.
Tak hanya menyediakan sarana produksi, IMIP juga memberi dukungan dengan berkoordinasi bersama tenaga teknis untuk memberikan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan mesin kapal kepada penerima manfaat. Pendekatan ini bertujuan agar bantuan tidak berhenti pada penyerahan aset, tetapi dapat digunakan dan dirawat secara berkelanjutan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dalam jangka menengah dan panjang, bantuan sarpras ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan produktivitas usaha perikanan tangkap, stabilitas pendapatan rumah tangga nelayan, serta berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan sektor perikanan, khususnya di Desa Fatufia dan Desa Keurea,” kata Laurencia.
Dijelaskan, dalam kerangka ESG, inisiatif ini mencerminkan aspek sosial, khususnya melalui penguatan kapasitas ekonomi masyarakat. Dukungan terhadap peralatan produksi, pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan, diharapkan dapat membantu mengubah bentuk bantuan berbasis aset menjadi dukungan bermanfaat jangka panjang. Ke depan, IMIP akan terus memantau pemanfaatan peralatan dan perkembangan aktivitas produksi masyarakat serta mengevaluasi kebutuhan pendukung lainnya, termasuk pelatihan teknis dan pemeliharaan peralatan.
“Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program Community Development dan mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar kawasan industri,” pungkasnya. (*)