Diduga Berpolitik ‘Senyap’ Kinerja PJ Bupati Richard Arnaldo Perlu Ada Evaluasi Gubernur Sulteng

0
146

Foto : Hasbar SH (F-Ist)

PARIMO, nuansapos.com Sejak dinahkodai PJ Bupati Richard Arnaldo kurun waktu Enam bulan terakhir, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) boleh dibilang belum ada perubahan.


Bahkan akhir-akhir ini, kinerja PJ Bupati Parimo atas rekomendasi Gubernur Sulawesi Tengah yang disetujui oleh Menteri Dalam Negeri diduga “bermain politik senyap” beberapa saat lalu sebagaimana yang diceritakan oleh beberapa praktisi hukum saat ngopi bareng.

Menurut salah seorang praktisi Hukum di Parigi Moutong, Hasbar SH menyebut bahwa kinerja PJ Bupati Richard Arnaldo selama ini belum memperlihatkan kinerja yang membela rakyat miskin.

Bahkan Hasbar menilai jika penjabat Bupati saat ini hanya bekerja untuk kepentingan sesaat karena memiliki keterkaitan emosional dengan sejumlah politisi yang punya agenda politik di daerah Maleali hingga Molosifat.

Hasbar berharap agar Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura ‘segera’ mengevaluasi kinerja Pj Bupati Parigi Moutong (Parimo), Richard Arnaldo tanpa harus ‘pilih kasih’ sebutnya.

Hasbar kemudian mencontohkan bahwa dalam konteks Pemilu pada Februari 2024 yang lalu, dimana saat itu menurut dia, kedua orang tua Pj Bupati Parimo ikut mencalonkan sebagai anggota legislatif.

“Pada 14 Februari 2024 kemarin kan pak Longky Djanggola jadi Caleg DPR RI, ibunya sebagai Caleg DPRD Provinsi dan anaknya Pj bupati. Secara emosional tidak mungkin anak tidak membantu,” terang Hasbar.

Sebab itu, untuk menghindari resistensi politik pada Pilkada November 2024 mendatang, Gubernur Sulteng harus mengevaluasi Pj Bupati Parimo, Richard Arnaldo.

Apalagi, beredar informasi jika paman dari Pj Bupati Parimo akan ikut berkontekstasi pada Pilkada November mendatang.

“Kemudian Pilkada dekat mata. Kalau misalnya pak Badrun Nggai maju pada Pilkada. Ini kan Paman dari Pj Bupati Parimo,” terang Hasbar kepada sejumlah awak media baru-baru ini.

“Karena itu, jika ingin menghindari resistensi politik di Parimo jangan sampai orang-orang ditunjuk jadi Pj Bupati berafiliasi dengan keluarga politisi yang akan maju,” tambah Hasbar.

Dirinya menginginkan agar Gubernur Sulteng dapat menunjuk Pj Bupati yang netral alias tidak memiliki kepentingan politik praktis di Parimo, dengan harapan agar bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik hingga terpilihnya bupati yang baru.

“Harusnya gubernur menempatkan Pj yang netral sehingga bisa menjalankan tugas di masa transisi kepemimpinan di Parimo,” pungkasnya.

Lantas apa tanggapan PJ Bupati Richard Arnaldo ? Kinerja saya tergantung yang melakukan evaluasi.
Pj Bupati Parimo, Richard Arnaldo mengaku tidak khawatir jika kinerjanya akan dievaluasi, baik oleh Menteri Dalam Negeri, gubernur dan DPRD. Ia tegaskan, termasuk mengenai keterlibatan dirinya yang diasumsikan terlibat politik praktis di Pemilu 2024.

“Saya tergantung yang melakukan evaluasi, Pada dasarnya saya menerima apapun hasil evaluasinya. Bisa dilihat dengan kondisi kemarin (Pemilu 2024) apakah memang saya ada keberpihakan atau tidak,” kata Richard saat di temui di gedung DPRD Parimo, Senin (10/6/2024).

Meski demikian, Richard menghargai pandangan dan argumentasi pihak-pihak yang menganggap dirinya tidak netral. Bahkan, ia mendorong agar dilaporkan kepada lembaga berwenang mengevaluasi beserta bukti.

“Itu kan argumen dari masing-masing orang. Terserah, kalau memang orang itu berpikir demikian (Berpihak) kalau memang ada bukti-bukti terkait silahkan dilaporkan kepda lembaga-lembaga yang melakukan evaluasi terhadap saya, misalnya DPRD, pak gubernur, Mendagri,” ungkapnya.

Sedangkan kalau dari Kemendagri saya secara rutin melaporkan apa yang saya lakukan setiap 3 bulan berjalan,” tambah Richard.(Pde)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here