Nasional

Dugaan Korupsi Pengadaan Sapi Rp.37 Miliar,AMM Mendesak Penyelidikan Secara Masif,Mantan Bupati Buol Di Duga Ikut Bermain.

Nuansapos.com – Desakan agar aparat penegak hukum membuka kembali penyelidikan dugaan korupsi dalam proyek pengadaan sapi senilai Rp37 miliar di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, semakin menguat. 

Aliansi Mahasiswa Merdeka (AMM) menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan program tersebut, yang diduga melibatkan sejumlah pihak, termasuk mantan Bupati Buol.

Koordinator AMM, Askar, dalam keterangan persnya menyebut bahwa proyek pengadaan sapi yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Buol sejak 2018 hingga 2022 itu menyimpan persoalan serius yang harus segera dibongkar. 

Ia menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian jumlah sapi, ketidakteraturan administrasi, serta indikasi penyalahgunaan anggaran yang merugikan masyarakat.

“Penyelidikan ini penting untuk memastikan tidak ada praktik penyalahgunaan anggaran. Apalagi jika ada pejabat daerah yang turut disebut-sebut, maka proses hukum harus berjalan objektif dan tidak tebang pilih,” ujar Askar.

Menurutnya, proyek pengadaan sapi tersebut merupakan bagian dari program penguatan ekonomi masyarakat. Karena itu, apabila terbukti terjadi penyimpangan, dampaknya sangat besar terhadap sektor peternakan dan kesejahteraan warga Buol.

Askar juga menegaskan pentingnya transparansi dalam proses hukum. Ia mendesak agar aparat penegak hukum, baik Kejaksaan Agung maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuka informasi perkembangan penanganan laporan secara terbuka kepada publik.

“Transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Kami ingin seluruh proses ini berjalan terang dan akuntabel,” lanjutnya.

AMM mengungkapkan bahwa kasus ini sebelumnya pernah ditangani oleh Polda Sulawesi Tengah, namun hasil penyelidikan ketika itu dinilai tidak memberikan kejelasan. Mereka menduga adanya praktik kongkalikong antara pihak yang terlibat dengan oknum pemeriksa, sehingga kasus tidak berkembang.

Atas dasar itu, AMM memastikan akan terus mengawal kasus ini melalui rangkaian aksi unjuk rasa hingga ada kepastian hukum.

“Kami siap melakukan aksi demonstrasi berjilid-jilid. Siapa pun yang mencoba menghalangi mandat rakyat ini, maka ia adalah bagian dari penghianat,” tegas Askar menutup pernyataannya.TabeNews.com/NP

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp