Hanya Politik Uang dan Kecurangan Yang Mampu Kalahkan Verna-Yasin
JAKARTA, Nuansapos.com – Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Poso Verna-Yasin, diperkirakan akan memenangi pertarungan Pilkada Poso 2020. Pasalnya, pasangan ini dinilai mampu mencuri hati masyarakat Poso dari pasangan lainnya.
“Survei-survei, mau dibolak-balik pun, menunjukan Verna-Yasin sudah unggul. Hanya politik uang dan kecurangan yang bisa mengalahkan pasangan ini,” ujar Tokoh Muda Poso Rudy S.Pontoh dalam keterangan pers, Selasa (01/12/2020).

Rudy juga mengatakan bahwa, Paslon Darmin-Amdjad (Das-Beramal) sepertinya juga, sudah merasakan aroma kemenangan Verna-Yasin. Sebab itu, pasangan ini, dibeberapa pekan terakhir hanya sibuk menyerang Verna-Yasin dengan berbagai fitnah dan hoax.
“Tim kampanye Das-Beramal sudah seperti dewa mabuk, sibuk berorasi. Kencang-kencang suaranya. Tapi isi orasinya fitnah dan hoax. Sedangkan pasangan Verna-Yasin konsisten memaparkan visi dan misisinya disetiap tatap muka dengan warga. Ini yang membuat masyarakat Poso semakin banyak yang pindah ke pasangan Verna-Yasin,” ujarnya.
Amdjad Bupati
Selain itu, ungkap Rudy menambahkan, banyak pemilih Das Beramal berpindah ke Verna- Yasin. Sebab mereka khawatir, bila Darmin terpilih, maka calon wakil bupati Amdjad Lawasa yang berpeluang naik menjadi Bupati Poso di tengah jalan.
Hal ini bukan tanpa asalan, pasalnya, sejumlah kasus dugaan asusila saat sedang membelit dirinya.“Tentu peluang Amdjad menjadi Bupati terbuka kalau pasangan Das-Beramal terpilih. Sebab, Darmin tidak bersih-bersih juga dari dugaan tindakan asusila. Ini berpeluang dimainkan oleh siapa saja, di tengah jalan,” ucap Rudy.
Sebab itu, Rudy yakin pemilih Darmin saat ini semakin ragu-ragu mencoblos pasangan nomor urut dua tersebut. Sebab, peluang Amdjad untuk menjadi Bupati akan semakin terbuka menggantikan Darmin di tengah jalan.
Olehnya kata Rudy mengatakan, posisi Darmin sangat rawan bila terpilih. Sebab rata-rata kepala daerah tumbang di tengah jalan, karena dugaan asusila.
“Ada kasus Aceng Fikri, di Katingan Kalteng, dan banyak lagi, tersandung kasus asusila. Jadi, ini peluang besar bagi Amdjad menjadi Bupati ke depan. Beliau mau turun jadi calon Wakil Bupati dari calon Bupati pada 2014 lalu. Sebab, mantan Sekda ini, memang cerdas melihat peluang. Ini sah-sah saja dalam politik,” pungkasnya.