EkonomiHukum Kriminal

Kasus Pengelapan Beberapa Pimpinan Bank Sulteng Telah Inkra,Uang Hasil Kejahatan Rp.2.359.948.000.Di Kembalikan Kejari Palu.

Hamka : Kasus Ini Telah Inkra Setelah Keputusan Kasasi Di Tolak MK,Maka Kami Mengembalikan Dana Hasil Kejahatan Yg Disista Lalu Sebagai Babuk,Beserta Bunganya Kepada Bank Sulteng.Tandas Hanka Lapatewe Yang Baru2 Ini Di Lantik Sebagai Kejari Palu.Kepada NP.Com Via Sambungan WA.

Palu, Nuansapos.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu melaksanakan eksekusi pengembalian dana hasil tindak pidana perbankan senilai Rp2.359.948.000  kepada PT Bank Sulteng

Proses pengembalian dana disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT Bank Sulteng Hj. Ramiyatie beserta jajaran pimpinan divisi terkait dan pihak Kejari Palu, Rabu, (7/10-2026) bertempat di Aula Kejari Palu.

Pengembalian dana tersebut ditandai dengan  penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ( MOU) antara Kejari Palu dan PT Bank Sulteng terkait penanganan permasalahan hukum bidang perdata dan tata usaha negara (DATUN).

Kejari Palu melaksanakan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam perkara tindak pidana perbankan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Foto kajari Palu Lapatawe B Hamka menyerahkan uang Rp, 2,359 miliyar lebih ke Dirut Bank Sulteng Ramiyatie. Foto intelijen Kejari Palu/deadline-news.com

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palu, Dr. Hamka Lapatawe, SH.MH menyebutkan pengembalian dana tersebut merupakan pelaksanaan putusan Mahkamah Agung pada tingkat kasasi dalam perkara tindak pidana perbankan di PT. Bank Sulteng  yang berawal dari pencatatan palsu oleh pelaku.

Dikatakannya dalam perkara tersebut, para terpidana dinyatakan melakukan tindak pidana perbankan yang menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan atau laporan, tandasnya

Hamka menambahkan, perbuatan tersebut berkaitan dengan proses pemberian kredit kepada CV Mugniy Alamgir dengan plafon Rp2,85 miliar.

Foto Kajari Palu LB Hamka menyerahkan uang Rp, 2,359 Miliyar lebih hasil eksekusi kepada Dirut Bank Sulteng Hj.Ramiyatie. Foto Intelijen Kejari Palu/deadline-news.com

Diketahui kasus ini bermula pada  pada tanggal 30 Maret 2023 dan melibatkan enam terpidana, yakni Nola Dien Novita selaku Pimpinan PT Bank Sulteng  Kantor Cabang Utama Palu, Rizal Afriansyah selaku Pimpinan Seksi Kredit PT BPD Sulawesi Tengah Kantor Cabang Utama Palu, Darsyaf Agus Slamet selaku Pemimpin Divisi Perkreditan Kantor Pusat PT BPD Sulawesi Tengah, Erick Robert Agan selaku Kuasa Direktur PT Insan Cipta Karya, Guntur selaku Kuasa Direktur CV Mugniy Alamgir, serta Hardiansyah selaku Key Person CV Mugniy Alamgir dalam Proyek jalan Pagimana-Batui.

Dalam kasus tersebut, Mahkamah Agung (MA) menolak Permohonan Kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU), atas  terpidana  terhadap Erick Robert Agan, Guntur, dan Hardiansyah.

Sedangkan terhadap terpidana Darsyaf Agus Slamet, Nola Dien Novita, dan Rizal Afriansyah dijatuhi pidana masing – masing satu tahun penjara dengan syarat tidak akan melakukan tindak pidana lagi selama masa pengawasan  dua tahun.DNs/NP

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp