EkonomiNasionalSulteng

Smelter Nikel PT. GNI Morut Bakal Serap 20.000 Tenaga Kerja Baru

RCM “Kalau investasi itu sudah legal, berarti negara sudah mengakuinya dan melindungi”

JAKARTA, Nuansapos.com — Investasi smelter nikel oleh PT PT Gunbuster Nickel Industri (PT.GNI) Kabupaten Morowali Utara (Morut) diperkirakan akan menyerap 20.000 tenaga kerja ke depan. Saat ini, tenaga kerja yang terserap sebanyak 2.000 orang. “Proyeksi ke depan PT GNI akan menyerap 20.000 tenaga kerja,” ujar Komite Investasi BKPM Rizal Calvary Marimbo (RCM) di Jakarta usai melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan smelter PT GNI di Desa Bunta, Kabupaten Morut, Sulawesi Tengah baru-baru ini.

Dalam kunjungan tersebut turut mendampingi Kepala Dinas Inspektorat Kabupaten Morut Frits Sam Kandori dan Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Kabupaten Morut Gunawan. Dirinya menambahkan, saat ini telah terserap tenaga kerja sebanyak 2.000 orang.

Lebih dalam dijelaskanya, angkatan kerja di Kabupaten saat ini sebesar 7.000 jiwa. “Dengan adanya 20.000 peluang kerja ini, maka angkatan kerja di Morut akan terserap dengan sendirinya. Bahkan akan tersisa 13.000 lagi kesempatan kerja. Ini yang akan diserap dari daerah kabupaten tetangga seperti Poso, Luwuk, Sigi, bahkan dari Palu serta wilayah lain di Tanah Air. Arahan Kepala BKPM, bahwa tenaga kerja lokal diprioritas, dengan ketentuan sesuai dengan keahlian dan kompetensi,” ucap RCM.

Sesuai arahan Kepala BKPM investasi, terang RCM, yang masuk ke suatu daerah harus investasi yang berkualitas. “Maksudnya, investasi tersebut harus investasi yang menyerap banyak lapangan kerja. Jadi bukan sekedar nilai investasinya besar. Tetapi mampu menyelesaikan masalah-masalah lapangan kerja di berbagai daerah,” imbuhnya.

RCM juga menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen melakukan perlindungan terhadap investasi yang turun ke semua wilayah di Tanah Air. “Kalau investasi itu sudah legal, berarti negara sudah mengakuinya dan melindungi. Jadi, jangan ada lagi gangguan-gangguan di lapangan oleh oknum-oknum darimana pun. Sebab negara bertugas dan wajib melindungi investasi yang sudah legal dan sesuai aturan,” papar RCM

Sebagaimana diketahui, PT GNI akan berinvestasi di Desa Bunta, Kabupaten Morut hingga Rp 25 triliun ke depan. PT GNI akan membangun smelter dan memerlukan pasokan listrik sebesar 1.000 MW ke depan.

David Mogadi

David Mogadi Biro Poso

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp