Luwuk

Tangkap Ikan Pakai Bom Rakitan, Nelayan Pagimana Tewas Saat Melaut

Polsek Pagimana saat melakukan identifikasi di lokasi kejadian. (Foto: Humas Polres Banggai)

Luwuk.Nuansapos.com – Seorang pria paruh baya bernama Sakir Herman (65) berprofesi sebagai nelayan, Sabtu (19/8) pagi kemarin, dikabarkan tewas saat melaut.

Warga Dusun II Desa Jayabakti, Kecamatan Pagimana ini meninggal dunia akibat terkena bom rakitan untuk menangkap ikan diatas perahu miliknya.

“Korban meninggal dunia diatas perahunya saat melaut disekitar perairan laut Desa Tongkonunuk,” jelasnya Kapolsek Pagimana AKP Makmur.

Polsek Pagimana yang mendapat laporan dari warga, sambung Kapolsek, langsung menuju lokasi kejadian guna melakukan identifikasi terhadap korban, mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan kepada para saksi.

Diketahui, sekira pukul 09.00 wita korban yang sedang melaut seorang diri itu menggunakan bom rakitan untuk menangkap ikan. Apesnya, bom rakitan yang digunakan justru mengenai korban.

“Dugaan sementara bahwa saat korban menyulut bom rakitan tersebut, korban terjatuh atau terpeleset di perahu sehingga bom rakitan meledak di tangannya,” terang perwira tiga balak ini.

Akibatnya, korban mengalami luka pecah pada kepala bagian kanan, luka di bahu kanan, pergelangan tangan kanan putus dan hancur, luka paha kaki bagian kanan dengan tulang dalam hancur dan luka robek ada tangan kiri.

Usai melakukan identifikasi, lanjut Kapolsek, sekira pukul 12.20 wita dilakukan autopsi luar oleh Tim medis dari Puskesmas Pagimana, yang dipimpin langsung oleh dr. Ririn Hatibie.

Adapun barang bukti yang telah diamankan dari lokasi kejadian yakni satu unit perahu kayu, dan satu unit mesin katinting merk Honda 5,5 PK.

Atas kejadian tersebut, AKP Makmur meminta kepada masyarakat khusus di wilayah Kecamatan Pagimana, untuk tidak lagi menggunakan bom rakitan untuk menangkap ikan.

“Bom rakitan itu sangat fatal dan berbahaya bagi pengguna jika tidak berhati-hati, untuk itu kami berharap ini menjadi pelajaran juga bagi para nelayan lainnya, agar tidak menangkap ikan dengan menggunakan bom rakitan,” tandasnya. (Yunai)

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp