Masker dan Hand Sanitizer di Palu Langka, Peluang Corona Semakin Terbuka

0
616

“Sulitnya memperoleh masker dan hand sanitizer sebagai media pencegahan virus masih menjadi kendala utama yang hingga kini masih sangat sulit di peroleh masyarakat. Hampir semua toko dan apotik-apotik yang sebelumnya banyak menjual kedua bahan tersebut saat ini mengalami kering alias tidak mendapat pasokan lagi”

PALU NP – Berita  tentang Virus corona covid-19 masih mendominasi halaman-halaman media massa baik cetak maupun online dan  elektronik .


Hampir setiap sepersekian detik isu tentang virus itu terus di update bahkan hingga meluas ke media sosial seperti tweeter, instragram maupun di halaman dan akun-akun facebook.

Pasien terinfeksi di Indonesiapun saban hari ternyata terus bertambah hingga pemerintah akhirnya ambil tindakan,  menetapkan situasi Corona di Indonesia dalam tanggap darurat.

Semua instansi pemerintah dari pusat hingga ke daerah-daerah kemudian dihimbau untuk segera mengeluarkan maklumat, cegah tangkal corona lewat bersih-bersih dan gunakan masker serta hand sanitizer.

Tindakan desinfektan yakni penyemprotan  pada permukaan, peralatan atau benda mati seperti halaman rumah dan peralatan rumah tangga menggunakan senyawa yang mengandung unsur kimia, glutaraldehhid, vantocil, ftalaldehida dan formaldehida serta anjuran-anjuran lainnya terus di kampanyekan .
Sebagai pengingat betapa pentingnya melawan virus yang asal muasalnya terkabar berasal  dari Wuhan, China daratan.

Selain bersih-bersih sebagai langkah mengantisipasi menjalarnya virus tersebut, orang-orangpun sejak beberapa hari lalu juga mulai dihimbau untuk tidak berinteraksi secara luas apalagi dalam kumpulan massa yang besar serta disarankan tidak keluar kota untuk sesuatu yang tidak penting.

Untuk mempertegas pencegahan dan penularan virus tersebut, pemerintah pusat ternyata tidak sendiri namun ikut dibantu oleh hampir seluruh instansi dan lembaga-lembaga terkait dibawahnya.

Termasuk pihak Kementerian Kesehatan, BNPB,  Militer dan Kepolisian yang saat ini mulai ditempatkan di sejumlah titik vital seperti di Bandara-bandara, Stasiun-stasiun dan Terminal-terminal serta di pintu-pintu masuk antar wilayah Provinsi dan Kabupaten.

Setiap orang yang masuk dan keluar diperiksa kondisi kesehatan dan suhu badannya termasuk medesinfektan kendaraan yang digunakannya.

Sayangnya di Sulawesi Tengah khususnya di Kota Palu tindakan-tindakan pencegahan yang sedang berupaya dilakukan pemerintah itu masih belum bisa dikatakan maksimal.

Sulitnya memperoleh masker dan hand sanitizer sebagai media pencegahan virus masih menjadi kendala utama yang di hingga kini masih sangat sulit di peroleh masyarakat. Hampir semua toko dan apotik-apotik yang sebelumnya banyak menjual kedua bahan tersebut saat ini mengalami kering alias tidak mendapat pasokan lagi.

“Sejak isu corona, semua bahan-bahan itu kosong dan tidak ada stoknya lagi,” ujar sejumlah apotik kepada Nuansa Pos yang menjambangi sejak beberapa hari lalu hingga hari ini  Minggu (22/3).

Terkait jumlah penderita Corona di Sulawesi Tengah sendiri belum ada satupun yang dinyatakan positif.

Untuk data umum tentang situasi terkini perkembangan  Virus corona Covid-19 sebenarnya juga dapat di akses di laman resmi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (NP05) 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here