Politik

Terkait Proyek Bibit Durian Dari Anggaran POKIR DPRD Suami Oknum Anggota DPRD Sulteng Ancam Buka-bukaan

Rahmat Rioh : Bukan Rahasia Umum Lagi Bahwa Dana POKIR Para Anggota DPRD Sulteng Yang Milyaran Peranggota Hanya Jadi Bancakan Korupsi Untuk Oknum Anggota DPRD,Karna Hanya Itu Satu2nya Sumber Keuangan Bagi Mereka Tempat Untuk Melakukan Korupsi.Bahkan Sebagian Besar Jadi Proyek Perjalanan Dinas Yg Menguntungkan Pribadinya.Seharusnya Kejaksaan Dan Lembaga Lainya Bisa Memulai Penyidikan Terhadap Sejumlah Oknum Anggota DPRD Ini,Karna Polarisasinya Sangat Mencolok Dan Terang2an,Contoh Kasus Bibit Durian Ini Bukan Hal Yang Aneh Lagi Untuk Meraup Fee Atau Keuntungan Banyak,Bahkan Ada Oknum Anggota DPRD YSM,Sudah Beberapa Priode Di DPRD Permainan Dana Pokir Sangat Rapi Dan Sulit Diendus Namun Tetap Bisa Karna Satu Simpulnya yaitu KEUNTUNGAN PRIBADI.Tandas Rahman.

Palu,Nuansapos.com-Proyek pengadaan dan penangkaran bibit Durian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, (TPH) Sulteng  senilai Rp853.885.000 tahun 2026, jadi bola panas.

Akriswanto, pemilik CV Dzehan Jaya, mengaku terlibat dalam pertemuan di ruang Sekretaris Dinas TPH Sulteng yang membahas penggunaan penangkar lokal bersama pihak penyedia yang disebut telah memenangkan paket tersebut.

Menurut Akriswanto, pihaknya tetap mengusulkan agar penangkar yang telah disiapkan dapat digunakan, meskipun perusahaan lain telah ditetapkan sebagai pemenang pengadaan.

Ia menyebut, dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah perwakilan, di antaranya Abu yang disebut mewakili Hartati serta Andri yang disebut sebagai perwakilan Wakil Ketua (Waket).

Namun, kata Akriswanto, usulan penggunaan penangkar lokal itu tidak mendapat persetujuan dari penyedia yang dimaksud. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan kecurigaan dari pihaknya. (Sambar.id-Sabtu 24/10-2026).

Hartati adalah istri Nelson yang juga anggota DPRD Sulteng Fraksi Nasdem daerah pemilihan Parigi Moutong.

Menanggapi pemberitaan proyek pengadaan dan penangkaran bibit durian yang merupakan pokok-pokok piran (POKIR) anggota DPRD dengan sumber pembiayaan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBDP) 2026 yang menyebut ada keterkaitan dengan istri mantan Kadis PTH Nelson ancam akan buka semua.

“Bisa dicek ya pak kalo istri saya terlibat dalam hal tersebut…istri saya hanya meneruskan permintaan dari masyarakat….masalah proses pengadaan diserahkan sepenuhnya ke dinas,”tulis Nelson Metubu menjawab konfirmasi media ini Minggu (25/10-2026).

Nelson yang saat ini sudah pindah ke Kementerian Pertanian dengan jabatan Direktur Pestisida pada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) mengatakan silahkan dicek pak.

“Jangankan istri saya, saya saja sejak dimutasi dari dinas TPH tdk pernah pusing dan campuri apa apa yg terjadi di Dinas,”tulisnya.

Nelson menerangkan bahwa istri, anak, saudara dan kerabatnya tidak pernah terlibat dalam proyek sejak menjabat Kadis PTH di Sulteng.

“Dan sejak saya menduduki jabatan di Dinas…bisa bapak telusuri kalo ada 1 jenis proyek yang dikerja oleh istri, anak, saudara, kerabat saya. INI PENJELASAN RESMI DARI SAYA YA PAK !!!! Tolong dimuat dimedia bapak dan kawan2. Atau mau saya buka semua apa apa yg saya alami 1 tahun terakhir di dinas ????,”tulis Nelson dengan nada mengancam.

Kemudian Nelson menulis lagi Tidak ada faedahnya pak….biarkan saja waktu yg jawab. Insha Allah cukup bagi saya pak pelajaran2. Saya cuma terbawa perasaan krn disebut2 istri saya diduga terlibat dimasalah yg baru juga saya tau.

Nelson juga membenarkan jika istrinya menerima proposal dari masyarakat dan selanjutkan diserahkan ke Dinas.

“Iya…ada proposal yg masuk lewat istri saya saat reses, dan itu sdh diserahkan ke dinas terkait semuanya pak….soal prosedur pengadaan sepenuhnya wrwenang dinas. Tugasnya sebagai aleg ya pak… Semua proposal yg masuk diserahkan ke dinas terkait…selebihnya dinas punya kewenangan pak,”Aku Nelson. ikrapost.com

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp