Mahasiswa Morowali Kecewa, Pemda Tak Hadir Pelantikan dan Diskusi Publik HMI
MOROWALI, Nuansapos.com- Pelantikan pengurus dan diskusi publik yang digelar HMI MPO Mahasiswa Morowali, membuat para tunas bangsa itu merasa kecewa, karena Pemda Morowali sama sekali tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Bertempat di gedung serbaguna Bungku Tengah, Kamis (03/09/2021).
Padahal kegiatan yang mengusung tema, masa depan pendidikan Morowali akibat Pandemi, sangat baik untuk dibedah, ditengah kondisi Pandemi saat ini yang menggunakan pembelajaran sistem daring.
Tapi amat disayangkan, tak satupun dari pihak Pemda Morowali yang hadir dalam undangan tersebut. Kegiatan hanya dihadiri anggota DPR RI Komisi II Anwar Hafid yang jauh-jauh datang langsung dari Jakarta, sementara Pemda Morowali selaku tuan rumah tak satu pun terlihat hadir.
“Tentu rasa kecewa pasti ada, Kami yang buat kegiatan, mengantarkan langsung undangan dan ketemu dengan pak kadis. Tapi, pak kadis pendidikan malah mengkritik hampir seluruh undangan yang ada. Beliau mulai mengkritik tentang teman bicaranya dalam hal ini Wabup. Karena kata beliau apapun yang wabup sampaikan itu jg yg akan dia sampaikan. Bahkan pak kadis mengkritik tema kegiatan kami, yaitu Masa depan pendidikan Kab.Morowali akibat Pandemi. Beliau menjelaskan bahwa tema ini harusnya di angkat setelah pandemi, tidak relevan dengan hari ini. Harusnya tema ini di angkat setelah pandemi. Bahkan beliau bilang tidak akan hadir kalau temanya begini. Beliau juga bilang bertabrakan dengan pelantikan adat bungku. Maksud kami kalau tidak bisa hadir, banyak bidang-bidang didalam Dinas pendidikan,” terang Jabir Moh Yamin selaku ketua Badko HMI MPO Sulawesi Tengah dengan mimik kecewa dihadapan sejumlah awak media yang meliput jalannya kegiatan.
Lebih jauh diterangkan, sebagai pelaksana kegiatan sudah mengkaji dari jauh-jauh hari tentang tema dan setting Tentang kegiatan tersebut. Sehingga undangan tidak jadi diberikan sebab sudah ada bahasa yang dilontarkan tidak akan hadir jika tak sesuai keinginan Kadis tersebut.
“Makanya, kami tidak jadi memberikan undangan sebab sudah ada bahasa beliau tidak akan hadir kalau seperti ini. Kami tentunya tidak ingin di intervensi oleh pihak apapun tentang kegiatan kami. Apa lagi harus mau mengatur sampai ke Tema.
Untuk pak Wabup, beliau mengabari bahwa akan adanya pelantikan adat bungku makanya tidak bisa hadir.
Saya pikir itu yang bisa kami klarifikasi dari pihak pelaksana. Terima kasih,” ungkapnya.
Anggota DPR RI Komisi II Anwar Hafid dalam diskusi tersebut selaku narasumber memberi apresiasi atas kegiatan yang digagas para mahasiswa Morowali itu, dengan harapan mendapatkan dukungan dari Pemda Morowali.
“Mudah-mudahan Pemda kedepan bisa memberikan dukungan terhadap kegiatan semacam ini karena ini sangat penting untuk masa depan Morowali,” cetus Anwar penuh harap.
Diterangkannya dalam forum tersebut bahwa, ada tiga hal syaratnya jika kita ingin bisa menguasai dunia, sebagaimana yang sering dilontarkan perdana Menteri Inggris yaitu pendidikan, pendidikan dan pendidikan.
“Ada tiga hal jika ingin menguasai dunia, sebagaimana kata Perdana Menteri Inggris yaitu, pertama pendidikan, yang kedua pendidikan dan yang ketiga dijawab lagi pendidikan. Jadi ketika di tanya Perdana Menteri Inggris yang bisa memajukan daerahnya adalah Pendidikan. Itulah luar biasanya pendidikan,” beber Anwar Hafid panjang lebar disambut tepuk tangan peserta.
Terkait ketidakhadiran Pemda Morowali dalam giat tersebut, Kadis Pendidikan Morowali Amiruddin yang berupaya dikonfirmasi wartawan media ini via WhatsApp (WA) di No.+62 852-4109-xxxx belum mendapat penjelasan, Jumat (03/09/2021).