Bantuan Bibit Bawang Putih Rusak,Pihak Penyedia & Dinas Saling Beri Alasan
๐๐๐๐,๐๐๐ผ๐๐๐ผ๐๐๐.๐พ๐ค๐ข – Dalam pemberitaan beberapa media belum lama ini, diduga pengadaan bibit bawang putih yang diperuntukkan kepada beberapa kelompok tani(poktan) di Kabupaten Sigi tidak layak tanam alias rusak. Hal ini dijelaskan ketua poktan Selaras Alam Pither di desa Dombu kecamatan Marawola barat.
“Bantuan bibit bawang putih sebanyak 7 ton yang kami Terima bulan November 2021 tidak layak tanam, sudah banyak yang kempis, apanya mau ditanam,” Ungkap Pither.
Dia menjelaskan bahwa pada saat bibit diantar oleh penyedia yaitu KT Pusuk Pujata ( alamat Lombok Timur. red) itu malam hari sehingga pihaknya tidak bisa mengecek bibit itu.
Ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, Eggy selaku pimpinan KT. Pusuk Pujata,ย mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan semua pihak yang berkompeten untuk memberikan klarifikasi atas masalah tersebut.
โOrang saya(Niko.red) sudah bertemu dengan Kadis, DPRD dan pejabat terkait. Sudah dilakukan klarifikasi dan ikut serta ke lokasi petani yang menanam bawang putih. Jika belum jelas, monggo dihubungi beliau atau dinas terkait,โ jawab Egy via WhatsUppnya Rabu sore kemarin.
Ketika dihubungi rabu kemarin, Niko utusan dari KT Pusuk Pujata, pada Rabu kemarin, menyampaikan maksud dan tujuan atas kedatangannya kembaliย ke Kabupaten Sigi.
โSaya ada di Palu Bang, untuk klarifikasi dari produsen benih,โ ucapnya singkat dari balik chat WhatssUppnya.
Dijelaskannya pada Rabu kemarin, dirinya datang kembali berkunjung ke petani langsung terkait bibit rusak tersebut. Menurutnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan yang ada.
โYa di Dombu saya sudah diskusi sama Kadis Sigi pak Ikbal dan anggota DPRD Sigi Komisi 2. Silahkan konfirmasi ke Dinas lagi pak. Sudah kami klarifikasi sesuai fakta lapangan kepada pihak yang mengurusi masalah pertanian, “jelas Niko.
Dirinya ke desa Dombu untuk mempresentasikan cara menanam bawang putih yang benar. Penyebab kerusakan bawang putih banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya karena salah penanganan. Namun sebelumnya, Niko telah mengakui ada keterlambatan pengiriman atas bibit itu.
Sementara pihak Dinas Pertanian Sigi dan DPRD Sigi hingga berita ini ditayangkan belum ada informasi dan klarifikasi terkait bibit bawang putih rusak, walau mereka sudah dihubungi media via WhatsApp.
Namun demikian, pada Selasa (11/01) baru baru ini, Media Bahana Indonesia yang melakukan pengecekan secara langsung kepada para petani penerima bawang yang dimaksud, mendapati informasi yang berbeda dari salah seorang petani.
Untuk diketahui, pengadaan bibit bantuan bawang putih tersebut, diberikan kepada lima Poktan yang ada di wilayah Kabupaten Sigi, dengan jumlah total sebanyak 35 Ton. Setiap Poktan, mendapat jatah 7 Ton, termasuk satu diantaranya adalah Poktan Selaras Alam di Desa Dombu. Jika dirupiakan nilai bantuan tersebut sebesar Rp. 7.474.375.000,bersumber dari APBN Direktorat Kementerian Hortikulturaย Republik Indonesia tahun anggaran 2021.(YES)