Parimo

Terseret Isu Dana Tambang Ilegal, Oknum Anggota DPRD Parimo Tantang Kapus Buka Nama “Bos Tambang”

PARIGI, nuansaposPolemik dugaan pinjaman dana operasional layanan kesehatan dari pihak tambang ilegal di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kian memanas.

Anggota DPRD Parimo, Selpina, yang namanya ikut terseret, akhirnya angkat bicara dan menantang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Moutong, Nurlian, untuk membuka secara terang sosok “bos tambang” yang dimaksud.

Dalam pernyataan tertulis, Jumat (17/4/2026), Selpina menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam persoalan pinjaman dana tersebut, apalagi dikaitkan dengan aktivitas pertambangan ilegal.

“Kalau memang ada pihak yang dimaksud sebagai bos tambang, silakan dibuka secara terang ke publik. Jangan sampai pernyataan yang tidak utuh justru menggiring opini,” ujar politisi Partai Hanura itu.

Selpina menjelaskan, penyebutan namanya bermula dari pernyataan spontan Nurlian dalam rapat Komisi IV DPRD Parimo.

Namun, menurut dia, pernyataan tersebut tidak disampaikan secara utuh sehingga memicu multitafsir di tengah publik.

Dia mengaku sempat terkejut saat namanya disebut dalam forum resmi tersebut. Meski demikian, dirinya memilih tidak langsung merespons demi menjaga fokus pembahasan rapat.

“Saya kaget, tapi saya tidak ingin memperlebar pembahasan dalam forum saat itu,” katanya.

Selpina juga membantah pernah berkomunikasi dengan Nurlian terkait persoalan pinjaman dana operasional tersebut.

Terkait kabar yang mengaitkan orang terdekatnya dengan aktivitas tambang, sebab dirinya tidak menampik bahwa sebagian keluarganya telah lama bekerja di sektor itu.

Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak ada kaitannya dengan posisinya sebagai anggota DPRD.

“Itu sudah berlangsung jauh sebelum saya menjadi anggota DPRD, dan bukan berarti saya melegitimasi,” tegasnya.Dirinya pun meluruskan dugaan yang mengarah kepada suaminya.

Menurutnya, pihak yang dimaksud sudah lama tidak lagi beraktivitas di sektor pertambangan.Lebih lanjut, Selpina mengungkapkan bahwa pemberitaan yang berkembang telah berdampak pada kondisi psikologisnya dan berpotensi merugikan secara politik.

Karena itu, ia meminta agar pernyataan yang disampaikan dalam forum resmi dapat dijelaskan secara utuh kepada publik.

“Saya hanya ingin informasi ini diluruskan secara jelas dan tidak menimbulkan spekulasi liar,” ujarnya.

Sebelumnya, nama Selpina mencuat dalam rapat Komisi IV DPRD Parimo, Senin (7/4/2026), saat Plt Kepala Puskesmas Moutong, Nurlian, memaparkan kondisi keterbatasan anggaran, khususnya untuk pembiayaan rujukan pasien.

Dalam forum tersebut, Nurlian mengaku pihaknya terpaksa meminjam dana kepada pengusaha tambang emas ilegal demi memastikan layanan kesehatan tetap berjalan.

“Terus terang pak, kami di Puskesmas Kecamatan Moutong sudah pinjam, terutama kepada yang punya tambang, ada Ibu Pina di sini ya. Terima kasih Ibu Pina sudah pernah membantu kami dan kami sudah bayarkan,” ucap Nurlian saat itu sambil menunjuk Selpina.

Pernyataan itu kemudian memicu polemik dan sorotan publik, terutama terkait dugaan keterlibatan pihak legislatif dalam praktik yang beririsan dengan aktivitas tambang ilegal di daerah tersebut. (Pde Sumardin)

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp