JELANG PILREK, DINAMIKA SELALU HADIR SEBAGAI SEBUAH KEWAJARAN
PALU, Nuansapos.com – Upaya-upaya sistematis yang dilakukan berbagai pihak dalam proses pelemahan dan penguatan mendekati Pemilihan Rektor Universitas Tadulako, adalah hal yang sangat lumrah dalam pesta demokrasi. Sebagai bagian dari proses dan pesta demokrasi, kita jangan alergi menghadapi dan menjalani dinamika, apapun bentuknya. Termasuk berbagai jenis peluru yang diluncurkan. Kuncinya, tetap tenang dan senantiasa menjaga silaturahim. Itu kata kunci matematika politiknya.
Lalu bagaimana sikap Ketua Senat Akademik Universitas Tadulako, Prof Dr Ir Muh Basir Cyio SE. MS dalam menghadapi dinamika itu, dan mempraktekkannya dalam keseharian? Berikut petikan wawancara dengan Wartawan Nuansa Pos, Bayu A. Montang.
Bayu A Montang-Dalam berbagai dinamika, termasuk dalam lalulintas isu dan informasi jelang Pilrek, Anda terkesan selalu menjadi bagian dari trending itu, sementara Anda sendiri tidak akan mencalonkan lagi sebagai rektor. Anda melihat ini seperti apa?
Basir Cyio-Kalau saya biasa saja.Tidak perlu ada yang harus disikapi secara berlebihan. Semua itu adalah hal lumrah dalam memasuki zona kehidupan yang semakin kompleks dan dinamis. Dan kita songsong Pilrek di Universitas Tadulako dengan penuh suka cita. Bahwa mengapa saya sering berada dalam trending itu, sementara saya tidak mungkin mencalonkan, yang paling paham adalah mereka yang mentrendingkan. Pasti mereka punya alasan. Mereka pasti punya pemikiran khusus. Mereka juga ada tujuan besar yang di-silent-kan. Tetapi saya belajar dari empirik anak tangga berkehidupan, justru kondisi inilah yang menghidupkan suasana. Jika tidak ada mereka, pasti jelang Pilrek di PTN kita akan sepi. Itu kurang bagus karena tidak mengajarkan kita untuk menjadi lebih taktis.
Bayu A Montang-Apakah Anda tidak terganggu dengan pola-pola mereka? Apalagi terkadang kesannya sengaja dicari-cari kelemahan secara kolaboratif?
Basir Cyio-Alhamdulillah saya sudah hatam memahami Namanya dinamika. Telah saya katakan, pola dan taktik seperti itu akan selalu ada. Dan semua pihak memahami itu bahwa jenis peluru apapun yang diluncurkan, itu adalah strategi untuk mencapai tujuan mereka. Kita harus hargai itu, karena itulah ciri-ciri politik, walaupun permainan demikian agak mudah diestimasi unsur-unsurnya. Ke mana arahnya, siapa aktornya, siapa dirigennya, dan apa targetnya. Atas estimasi itu, kita jangan biasakan kaget karena pola demikian belum memperlihatkan “kebaruan”, yang yang relevan dengan eranya. Bahwa pola mereka dibangun secara kolaboratif, sudah pasti dan memang harus begitu. Mencari dokumen kepada yang punya akses. Meminta dicopykan pada mereka yang diberi job untuk itu, dan memilah dokumen yang mana terkait dengan saya. Dan pola ini mudah ditebak, itulah mengapa tidak perlu kaget. Dan kalau ini diibaratkan Ayam Geprek, pedisnya kira-kira masih di level 1 dan 2. Dibanding di masa saya dulu (2010 & 2015), mereka telah menghabiskan peluru kendali. Cara menghadapinya Cuma satu. Tenang dan berdoa. Pasti selesai.
Bayu A Montang-Maksudnya bahwa mereka melakukan apa saja dan Anda tidak masalahkan, itu kenapa?
Basir Cyio-Saya selalu yakin dengan waktu, bahwa segala sesuatunya akan berakhir. Masalah apapun itu akan berakhir. Dinamika panas akan berakhir. Saya meyakini 100 Persen, bahwa riak-riak yang ada ini adalah sebuah ordinat yang terbangun dalam dua sumbu. Axis X-nya sebagai variabel independent Pilrek dan Axis Y-nya sebagai variabel Dependent adalah kemenangan. Sebagai variabel independent, maka X ini akan memiliki varians yang tinggi. Mereka gunakan X1 untuk apa, X2 untuk apa, dan X3 untuk apa? Keburukan, kelemahan, kekurangan yang dicari itu semua adalah faktor X dalam Pilrek. Bahwa apakah faktor X semacam itu dapat memberi Nilai Y sesuai dengan yang mereka harapkan, waktulah yang akan menjawabnya. Begitu Y telah terwujud sesuai atau tidak sesuai dengan estimasi awal mereka, maka dinamika akan berakhir secara perlahan. Jadi kita harus dewasa jika diserang, harus tenang saat ditrendingkan, dan jangan terperangkap dengan apapun Variabel X yang ditabur. Kita jalan terus hingga sampai pada Titik Y. Bahwa saya jadi target, mungkin karena saya juga punya satu suara. Mungkin begitu. Selebihnya mereka yang tahu.
Bayu A Montang-Apakah cara mereka itu bukan upaya sistematis untuk menjatuhkan Anda?
Basir Cyio-Jangan pernah mempersalahkan apapun orang tuduhkan dan bicarakan. Termasuk jika mereka ingin menjatuhkan. Mengapa mereka ingin menjatuhkan, kita serahkan sama mereka. Itu urusan asumsi. Yang pasti, tidak akan ada orang terjatuh karena orang lain, kecuali atas kehendak Allah. Dan pedisnya ayam geprek yang ada saat ini masih sekitar level 1 dan 2. Alhamdulillah, saya sudah terbiasa dan pernah berada dalam zona ayam geprek level 8. Sepedis apapun ayam gepreknya, Insya Allah akan turun pelan-pelan jika kita sertai dengan sajian teh hangat. Level meningkat, tehnya juga harus lebih hangat. Hindarkan diri menggunakan minuman dingin karena pedisnya akan semakin terasa. Artinya, kita pandai melihat pedisnya ayam geprek dengan cara menyesuaikan sajian minuman yang kita butuhkan. Berdoa dan tenang. Terlebih sudah pernah merasakan serangan ayam geprek level 8 dengan tuduhan korupsi Rp42 milyar dana Kedokteran. Jadi jika sekarang menggunakan serangan-serangan pola serupa dengan jenis sumber yang beragam, harus disikapi dengan arif. Ada Perjadin, fiktif, paket, najis, tak bermoral, tidak etis, tak patut, dan berbagai ragam faktor X, kita jangan galau, karena itu adalah usaha mereka yang harus dihargai. Semua itu tujuannya adalah Y, apapun variabel independent X yang digunakan jelang Pilrek.
Bayu A Montang-Tuduhan-tuduhan pengembalian dana, perjalanan fiktif, dan hal-hal lain yang kesannya dicari-cari dan bekerja sama dengan orang dalam, lalu bagaimana Anda menyikapi itu?
Basir Cyio-Sudah saya gambarkan, menghadapi mereka yang berenergi raksasa dalam mengejar sesuatu, kita harus tenang dalam menghadapi. Saya tidak pernah merasa berhadap-hadapan dengan siapapun. Jika mereka merasa berhadapan dengan saya, maka saya tak akan menumbuhkan rasa yang sama. Yang saya lakukan adalah memetakan intensitas seseorang berikut arah keinginannya. Soal ada aktivitas yang pada akhirnya akan mengembalikan menurut orang pintar akuntansi dari Auditor kaitan penggunaan dana, ya kita harus taat. Kenapa mau repot. Diminta mengembalikan ya harus dikembalikan. Dan yang demikian itu hal lumrah di instansi mana pun di negeri ini. Ada kelebihan bayar, harus dikembalikan. Ada yang tidak sesuai menurut pemeriksa, harus dikembalikan. Ada yang dianggap menyimpang kita kembalikan. Kita ikuti saja apa pemeriksa inginkan sebab auditor adalah pihak yang diberi kewenangan. Kalau kita keliru, kembalikan. Apakah saya yang terparah dalam hal demikian? Jawabnya bukan! Hanya nama lain bukan target mereka jadi tidak dikejar. Inilah yang saya maksud pola ayam geprek. Tetapi bagi saya, apapun auditor sarankan, harus ditaati. Apakah tidak ada kemungkinan Auditor keliru. Auditor tidak pernah ada salahnya. Yang salah itu adalah yang diaudit. Titik!
Bayu A Montang-Jadi apakah Anda yakin Auditor tidak pernah ada salahnya? Dan apakah Anda membiarkan mereka melakukan apa saja?
Basir Cyio-Di mata saya, Auditor itu tidak ada salahnya, dan tidak ada juga kaitannya dengan siapa-siapa. Bahwa ada Auditor ditangkap lewat OTT oleh Jaksa di tempat lain, itu kekecualiaan dan mungkin lupah jika pernah bersumpah. Tetapi Auditor yang datang ke Untad adalah orang-orang yang kredibel yang tidak perlu kita ragukan. Perihal kejatuhan, telah saya uraikan bahwa Jatuh bangun itu bukan terletak pada orang yang dikejar (target,red). Coba dengat lagu Meggy Z dalam syairnya “Jatuh Bangun Aku Mengejarmu”. Jadi yang senang dan hoby mengejar kekurangan orang lain, itulah yang terkadang jatuh bangun. Bukan orang yang dikejar. Jalan hidup telah banyak memberi bukti, bahwa orang yang senang mengejar (kelemahan dan kekurangan orang lain), dipastikan mereka yang akan terjatuh. Terjatuh karena energi habis terpakai. Terjatuh karena mau lari kencang di saat simpang jalan tidak dikuasai. Terjatuh karena belum mengetahui tombol metic politik yang akan dipencet. Itulah sebabnya, mereka akan kehabisan energi karena mereka adalah “pembelajar demokrasi tetapi alergi membawa diri dalam ketenangan”. Cari dokumen karena dekat dengan orang dalam. Orang dalam juga terbuahi mungkin karena ada janji jabatan di hari esok. Sumpah pun diabaikan. Tapi jika ditanya, siapa mereka? Jawabnya, saya tidak tahu. Yang tahu itu adalah pimpinan. Sebab setiap dokumen jelas lemarinya. Jelas lacinya, dan jelas warna mapnya.
Bayu A Montang-Bisa Anda simpulkan pandangan dari dinamika yang Anda gambarkan?
Basir Cyio-Tidak banyak silogismus yang dapat diberikan. Apapun faktor X yang ditaburkan, itu hanya jenis-jenis peluru dalam peperangan. Identik ayam geprek dalam sajian konsumsi. Jadi, mendekati Pilrek, semua warna keluar menjadi Pelangi. Semua daftar keburukan orang yang dibenci akan di-list. Kebencian akan dituangkan dalam daftar kebanggaan. Rasa dengki menggelembung hingga tampak di ubun-ubun. Sayang seribu sayang, pola yang dijadikan patron kurang terstruktur dan cenderung sporadic. Padahal, mereka kurang pahami bahwa apa yang ada saat ini adalah perjuangan. Perjuangan di baliknya ada pertarungan. Dan dalam pertarungan dipastikan ada peperangan. Peperangan inilah yang kadang tidak semua orang menyadari di saat memilih jenis dan ukuran peluru yang digunakan. Yang pasti, peluru apapun yang diluncurkan, pejuang tak boleh mundur dari niat baik. Hadapi perjuangan dengan anti peluru yang telah tersedia dalam jumlah yang memadai. Yakni Doa dan Kesabaran. Bismillah. Kita hadapi dengan taktis dengan timing jalan lingkar ketulusan yang terijabah. Pastikan, Pilrek ini adalah medan pembelajaran yang sangat indah. Mengajarkan kita dalam memahami arti identifikasi. Identifikasi makna persaudaraan. Identifikasi hakikat kebersamaan. Dan identifikasi jenis-jenis “personal behaviour”. Indah sekali setiap riak, dan dari sanalah kita kokoh dan semakin paham arti sebuah kehiduan. Maju terus!! Marhaban Yaa Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin.