EkonomiMorowaliSultengViral

Petani Plasma Perkebunan PT.ANA Mengeluh, Hak Yang Diterima Selalu Minim

 

Morut NP
Kehadiran perusahaan perkebunan sawit PT.Agro Nusa Abadi (ANA) di Kab.Morowali Utara (Morut) Prov.Sulawesi Tengah, diharapkan akan membawa dampak signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat lingkar perkebunan PT.ANA.

Tapi sepertinya harapan itu tinggal harapan, yang ada keluhan demi keluhan kerap dirasakan para petani plasma. Dimana setiap kali hak yang mereka terima selalu minim, tidak sesuai harapan malah sangat jauh dari harapan.

“Bayaran untuk 3 bulan Rp.400 ribu-Rp.500 ribu/Ha, jadi perbulan kami cuma terima Rp.100 ribu lebih. Dia kalah penghasilannya tukang ojek 1 hari,” Ungkap salah satu petani plasma Desa Molino kepada media ini yang meminta namanya tak disebutkan.

Menyikapi hal itu katanya, Petani plasma yang tergabung sebagai anggota koperasi Mujur Jaya Molino mendesak pengurus dan perusahaan PT.ANA untuk mengadakan rapat membahas tentang pembayaran sawit. Banyak yang tidak terima pembayaran sawitnya, karena sangat minim.

Selain hak yang diterima sangat minim, pembayaran juga selalu saja lambat sehingga banyak yang menuntut agar pembayaran dilakukan tiap bulan dan juga menuntut agar sertifikat tanah yg ditarik segera dibalik nama.

“Sudah bertahun-tahun belum pernah lagi ada rapat. Olehnya, masyarakat mendesak supaya diadakan rapat karena banyak sekali kejanggalan, bahkan sampai sekarang kami juga belum tau berapa pembagian hasil untuk perusahaan dan petani plasma selaku pemilik lahan. Dan kami juga belum tau sampai berapa tahun itu kontraknya baru bisa diserahkan kepemilik lahan,” Keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Humas PT.ANA Doddy Adisatya yang dikonfirmasi lewat pesan What’s App (WA) di No.+62823-4555-xxxx, menjelaskan bahwa hak petani plasma yang diterima minim, tergantung pada hasil kebun itu sendiri dan harga sawit.

“Terkait keterlambatan bayarkan sudah saya jawab lalu, dan saat ini sudah terbayarkan. Untuk jumlah hasil yang terima jika terkait perkebunan pak memang tidak sama dan tidak tetap tiap periodenya karena tergantung hasil kebun itu sendiri. Jika peak crop dan harga sawit tinggi seperti saat ini InsyaAllah hasilnya juga akan besar demikian juga sebaliknya,” Tulis Doddy .

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp