BNNK Poso Laksanakan Workshop Bagi Kaum Muda Penggiat Anti Narkoba

0
82

POSO, Nuansapos.com – Sejumlah kaum muda warga Kota Poso (Nitizen medsos), yang terhimpun dalam wadah penggiat Anti Narkoba, dihadirkan dalam sebuah giat Workshop, yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Poso, Rabu (23/12/2020), bertempat diruang pertemuan Ancyra Hotel – Poso.

Workshop bertajuk “Pengembangan Kapasitas Dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba Lingkungan Masyarakat”, dalam giat tersebut dibuka langsung oleh Kepala BNNK Poso AKBP Kahar Muzakkir SH.MH, sekaligus pemateri utama, yang saat itu didampingi pula dua orang pemateri lainnya yakni Reni H Ruutana S.Pd.MM (Penggiat Pendidikan & Pemerhati Anti Narkoba) dan dr. Afriyanti Rachmatullah, yang dipandu oleh Kasubag Umum BNNK Poso, Moh. Hilman Maku.

Kahar Muzakkir dalam sambutannya mengutarakan peran pentingnya penggiat Anti Aarkoba di lingkungan masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan masyarakat.

“Kegiatan ini dalam rangka untuk lebih menjaga daerah kita, terlebih lingkungan dan kekuarga, agar lebih aman dari pengaruh penyalagunaan Narkoba dan semua turunannya. Diharapkan dengan melibatkan kaum muda sebagai penggiat Anti Narkoba, yang selama dinilai sangat tentan terhadap pergaulan bebas, akan menjadi menjadi motifator bagi sesamanya untuk menjauhi Narkoba, baik itu melalui medsos atau komunikasi langsung.” ungkap orang nonor satu di BNNK Poso ini.

Propaganda atau kampanye untuk menjauhi Narkiba dewasa ini ujar Kahar Myzakkir, dinilai sangat penting, terlebih melalui Medsos yang dimiliki oleh para para kaum generasi muda (nitizen) . Pasalnya kata dia, melalui kreatifitas mereka, ajakan untuk tidak terlibat dengan penggunaan Narkoba, khususnya di kalangan anak muda, akan sangat efektif.

“BNN, tentu saja akan sangat mendukung upaya-upaya mereka. Tinggal bagaimana kita menyatukan ide atau pun gagasan positif generasi muda ini, yang selanjutnya bisa menjadi benteng pertahanan yang kokoh, minimal untuk mereka sendiri, agar tidak terjerumus dalam penggunasn Narkoba,” tuturnya.

Reni H Ruutana dalam kesempatannya tampak lebih mempertegas peran fungsi setiap insan relakan Anti Narkoba. Sebab kata dia, selain harus dibekali dengan pengetahuan tentang bahaya Narkoba itu sendiri, juga termasuk soal hukuman yang bakal menjeratnya dikemudian hari, apabila memang terbukti bersalah, terlibat dalam kasus Narkoba.

Bahkan, untuk menggali kretifitas maupun kemampuan para peserta workshop, Neni Ruutana, tampak beberapa kali memberikan tugas, secara spontan. Salah satunya adalah membuat iklan ajakan Anti Narkoba.

“Ajan seperti ini kedepannya diharapkan bisa disebar luaskan melalui Medsos yang mereka miliki masing-masing. Dan efek dominonya akan sangat luar biasa, dilangan kaum muda itu sendiri,” akunya.

Sementara itu, dr. Afriyanti Rachmatullah dalam kesempatannya lebih mengulas tentang pola hidup sehat, terlebih di era pendemi Covid-19.

“Dengan menerapkan pola hidup sehat, niscaya kita akan terbebas, dari berbagai penyakit, termasuk bebas dari Narkoba, termasuk virus corona.” terangnya.

Sebagai wujud apresiasi akan keterlibatan para relawan Anti Norkoba, pihak BNNK Poso, juga memberikan rework (penghargaan) berupa sertifikat dan pin, bagi setiap peserta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here