FBRP Ancam Gugat Class Action PT Poso Energy

0
1280

POSO NP – Banjir yang melanda sejumlah desa dihilir Sungai Poso baru -baru ini, mengundang reaksi Forum Rakyat Poso Bersatu (FRPB) dan mengancam dalam waktu dekat ini akan melakukan gugatan class action (gugatan keterwakilan) atas kerugian yang mereka alami, akibat pengerukan dasar pintu air danau Poso sepanjang 12,8 Kilometer.


“Rata-rata desa-desa yang berada disepanjang bantaran sungai Poso, hingga dalam kota Poso terendam dengan kenaikan debit air yang tidak wajar, pasca ada pengerukan setahun belakangan ini. Bisa dibayangkan, sudah satu jutaan kubik material dikeruk untuk meningkatkan debir air dari danau ke sungai. Artinya, peningkatan debit itu akan ekuivalen ketika hujan musim terjadi, bahkan peningkatannya bisa tidak terduga seperti sekarang,” tutur Ketua FRPB Rizki belum lama ini. seraya mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan terhadap ribuan warga Poso yang terdampak.

Kerugian sementara yang tercatat adalah kerusakan rumah, tanaman dan ternak beserta harta benda yang tidak bergerak.

“Kita melihat opsi gugatan class action sebagai jalan yang terbaik jika PT Poso Energy enggan bertanggung jawab dengan masalah ini,” tegas Brer sapaan akrabnya.

Tidak bisa ditepis oleh argumentasi apa pun ujar Brer, upaya pengerukan dasar pintu air danau Poso yang terletak di Desa Petiro Dongi, Kecamatan Pamona Puselemba, semata – mata bertujuan untuk menambah kedalaman agar menjamin ketersediaan pasokan air yang dibutuhkan, untuk memutar turbin PLTA 1 dan PLTA 2.

“Muara danau Poso adalah Kota Poso. Ada ribuan orang tinggal dan hidup sepanjang aliran sungai. Itu yang tidak pernah dipikirkan dan dihitung oleh para tekhnokrat PT Bukaka selaku kontraktor PT Poso Energy selama ini. Mungkin mereka pikir, air akan ditelan semua oleh turbin PLTA, dan mengabaikan bahwa ada ribuan jiwa yang telah terancam kelangsungan hidupnya di hilir,” pungkasnya.

Untuk diketahui, aliran sungai sepanjang 487 km itu, mengalir dari danau Poso yang bermuara di teluk Tomini. Selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air bersih, maupun untuk mengaliri areal persawahan.

Sebelumnya, pengerukan pintu air danau Poso ini telah ditentang luas oleh warga masyarakat Poso, terutama mereka yang bermukim di sekitar danau Poso.(NP06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here