Gelar Press Release Akhir Tahun 2020, BNNK Poso Ungkap Keberhasilannya

0
141

POSO, Nuansapos.com – Sebagai salah bentuk pemenuhan informasi keterbukaan publik, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Poso, adakan giat “Press Release Akhir Tahun 2020”, dengan menghadir sejumlah pewarta di Poso, baik cetak maupun electronik, bertempat di Aula Kantor BNNK Poso, Selasa pagi (29/12/2020.

Kepala BNNK Poso AKBP Kahar Muzakkir SH.MH, dalam mengawali giat tersebut, memaparkan langkah keberhasilan BNN secara nasional sepanjang tahun 2020, termssuk beberapa kebijakan strategi yang telah diterapkan, diantaranya kebijakan Supply dan Demand Reduction, kebijakan Active Defence. Collaborative Government, yang dalam Inpres nomor 2 tahun 2020, merupakan kelanjutan dari Inpres nomor 6 tahun 2018 tentang aksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), yang selaras dengan Perda Kabupaten Poso nomor 7 tahun 2016.

“Keberhasilan BNN RI, dimana didalamnya termasuk BNNK Poso, sangat serius dalam melaksanakan amanah sebagai lembaga yang diberikan tugas untuk mengimplementasikan secara nyata P4GN ditengah masyarakat termasuk Prekuson Narkotika. Meskipun, penuh keterbatasan akibat pendemi Covid-19, BNNK Poso, tetap berusaha untuk bekerja secara optimal dalam melaksanakan tugas pokok serta penyebaran informasi seputar P4GN itu sendiri.” ungkap Kahar Muzakkir, yang diketahui baru satu bulan lebih menjabat sebagai Kepala BNNK Poso.

Terkait soal pencapaian tugas BNNK Poso di sepanjang tahun 2020, ucap Kahar Muzakkir menambahkan bahwa pihaknya telah berhasil menengani ada 7 orang tersangka, dua diantaranya adalah bandar Nakoba.

“Di tahun 2020. jumlah kasus dan tersangka yang berhasil diungkap oleh BNN Poso ada sebanyak 7 orang dari 4 Laporan Kasus Narkotika (LKN),” ucapnya.

Untuk babuk sabu yang diamakan sebanyak 11,38 gram, babuk ganja 6,66 gram dan jumlah babuk serta uang tunai sebanyak 2.262.000 rupiah.

Menurut Kahar Muzakir, jika dibandingkan di tahun 2019 naik 12 LKN dengan jumlah 13 orang tersangka.

“8 LKN ditangani BNN Poso, 3 LKN di Polres Poso dan 1 LKN di serahkan ke BNN Sulteng,” terangnya.

Kahar Muzakir, mengakui bahwa pengungkapan kasus tersangka Narkoba tak lepas dari peran semua masyarakat, tokoh agama dan kalangan terkait lainnya yang ikut terlibat dalam P4GN.

Lebih lanjut kata dia, sepanjang tahun 2020, pihaknya juga telah melaksanakan kerja sama atau nota kesepahaman (MoU), terkait penyebarluasan dan penyuluhan soal P4GN dengan beberapa lembaga, diantaranya Rutan Kelas IIB Poso, lembaga penyiaran radio dan koran serta kerja sama dengan pihak Apotik untuk penyediaan obat-obatan pelayanan serta alat test urin untuk SKHPN.

Sementara itu, dalam kesempatannya Kepala Sub Bagian Umum sekaligus Humas BNNK Poso, Hilman Maku. S.Sos, selain berhasil ungkap peredaran narkoba, juga menambahkan beberapa program unggulan dari bidang pencegahan yang telah dilaksanakan BNNK Poso selama tahun 2020, salah satunya melaksanakan kampanye dengan tema hidup 100 persen yaitu sadar, sehat, produktif dan bahagia di masyarakat, serta pembentukan penggiat relawan Anti Narkoba sebanyak 200 orang, yang tersebar dalam wilayah Kabupaten Poso.

“Seksi O2M juga juga giat melajsanakan kampanye #Hidup100persen yaitu sadar, sehat, produktif dan bahagia serta pencanangan Desa Lanto Jaya yang berada di Kecamatan Poso Pesisir sebagai desa Bersinar atau Bersih Narkoba,” imbuhnya.

Selain itu sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak 53 orang telah mendapatkan layanan rehabilitasi melalui klinik Naka Madonde BNNKPoso, dengan jumlah 41 pasien rawat jalan, termasuk di Puskesmas Wuasa (lembah Napu), ada 12 orang pasien rawat jalan.

‘Seksi Rehabilitasi, juga mengembangkan layanan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM), sebagai upaya mendekatkan akses layanan rehabilitasi pada warga masyarakat, baik di wilayah Desa maupun wilayah Kelurahan. Di tahun 2020, Kelurahan Lawanga Kecamatan Poso Kota Utara yang terpilih menjadi tempat dilaksanakannya layanan RBM.” terang Hilman Maku, seraya menambahkan untuk capaian realisasi anggaran BNNK Poso periode Januari-Desember 2020 adalah 97,49 persen,” pungkasnya.

Dalam giat tersebut, juga turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pencegahan Dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Ardhan Jafar, SE dan Kepala Seksi Rehabilitasi Christian Gaibu, SH serta Kepala Seksi Pemberantasan Moh.Idris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here