Uncategorized

Jejak Kerja Media Dan Politik Bang Doel,Dalam Pilkada Dua Gubernur Suatu Keberhasilan Yang Gemilang Dari Seorang Yang Berbudi Baik

“Suatu Kebanggaan Bagi BAM Pangilan Akrab Bayu A Montang Sh,Banyak Mantan Pegawai Dan Anak Didiknya Di Harian Nuansa Pos Berhasil Membangun Bisnisnya Di Semua Lini,Lebih2 Di Bidang Media Salah Satu Andi Attas Abdullah,Atau Di Pangil Bang Doel,Yang Paling Cemerlang Membangun Karir Di Bidang Media.Mengikuti Jejaknya Sang Big Bos Ikut Menjadi Tim Sukses Di Bidang Politik,Karna Sang Big Big Bos Hampir 17 Kepala Daerah Jadi Tim Sukses Inti Sampai Sekarang Juga Senyap.Karna BAM Usai Pemilihan Dan Menang Tidak Ikut Cawe2 Di Pemerintahan,Biar Tidak Tercipta Korupsi Baru.Sesuai Motto Nuansa Pos.Membangun Tanpa Korupsi.Satu Kebangaan Bagi BAM Ketika Kemenangan Itu Terjadi.Itulah Harta Kebahagiaan Yg Luar Biasa.Dari Prof.Aminuddin,Longky,Dll Semuanya Senyap.Namun Pribadi Yang Kaya Kebahagiaan Ujar BAM.”Saya Bangga Dan Ikut Senang Dgn Dullah,Karna Sampe Sekarang Selalu Menciptakan Hubungan Yg Erat Penuh Kekeluargaan.Di Banding Yang Lain Telah Melupakan Keberadaanya Di NP,Mungkin Karna Sikap Saya Yg Keras Menciptakan Mereka Dan Penuh Disiplin.Banyak Yg Nda Sadari Akhirnya Pura2 Lupa.Tapi Kan Tuhan Tak Buta.Buktinya BAM Tetap Eksis Dan Mencapai Paripurna Di Bidang Usaha Media.Koran Harian,Radio,Stasiun Televisi Serta Media Online.Ketua Organisasi Media,Yg Terbaru Ketua Forum Pemred Cab.Sulteng,Namun Tak Membuatnya Sombong.Semua Ujian Di Lalui Dgn Kemenangan.Termasuk Bung Dullah Ini Satu Kebangaan Bagi BAM,Tidak Lupa Akarnya.Sehingga Allah Memberi Rahmat Yg Baik Baginya Dan Keluarga.Sekecil Budi Walau Sebesar Sesawi,Ketika Diingat Akan Besar Pahalanya.Tetap Rendah Hati PROFICIAT.”

Jejak senyap seorang Bang Doel dalam mengantar dua gubernur di Sulawesi mencapai kesuksesan.Dalam lanskap jurnalistik maupun politik Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, nama Andi Attas Abdullah atau yang akrab disapa Bang Doel menyimpan jejak panjang penuh dedikasi, integritas, serta pengaruh.Sosok Bang Doel bukan hanya dikenal sebagai jurnalis lugas yang sudah puluhan tahun malang melintang menerjang derasnya arus indutri media, tetapi Ia juga figur penting di balik layar sejumlah peristiwa politik besar di Indonesia Timur khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Perjalanan Bang Doel dimulai dari dunia pers kampus. Dia menapaki kariernya dari bawah, mengasah keterampilan menulis sembari menelusuri kerasnya dunia penerbitan.Ketika angin reformasi 1999 membuka ruang kebebasan pers, Bang Doel melihat peluang untuk terlibat lebih dalam. Dia bergabung dengan Tabloid Nuansa Pos saat itu masih sangat muda dan belum mapan.Namun, dengan semangat dan kerja keras, Bang Doel menjalani berbagai peran, mulai dari loper koran hingga bagian iklan. Transformasi Nuansa Pos menjadi harian yang diakui di Sulawesi Tengah turut mencerminkan evolusi profesionalnya.

Dari staf biasa, Bang Doel dipercaya menjadi Wakil Pemimpin Redaksi, lalu menempati posisi puncak sebagai Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab.Di bawah kepemimpinannya, Nuansa Pos tumbuh menjadi media yang tegas, kritis dan tetap memegang prinsip kejujuran jurnalistik.Tak sampai disitu, rekam jejaknya tidak hanya terbatas pada ruang redaksi. Di dunia politik, nama Andi Attas Abdullah menyimpan kontribusi yang tak banyak diketahui publik luas.

Dia adalah salah seorang sosok yang berada di barisan belakang kemenangan Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulawesi Selatan pada tahun 2018 lalu.Strateginya yang tenang, pendekatannya yang komunikatif, serta kemampuannya membaca arus politik menjadikannya aset penting dalam tim pemenangan.Peran krusialnya kembali terlihat pada Pilkada Sulteng tahun 2024. Bang Doel menjadi bagian penting dalam perjalanan politik Anwar Hafid yang akhirnya terpilih sebagai Gubernur Sulteng.

Bang Doel menjadi sosok yang mampu meredam isu konflik, membangun komunikasi lintas kelompok dan menjaga citra calon di mata publik.Akhirnya, di balik kepemimpinan Anwar Hafid, Bang Doel menjadi salah satu orang kepercayaan Sang Gubernur.Meski berada dalam lingkaran kekuasaan, ia tetap mempertahankan karakter jurnalistiknya membawa berita dengan lugas, tajam, dan tetap berimbang serta tidak mudah tergoda oleh euforia kekuasaan.

Di luar profesinya, Andi Attas Abdullah dikenal luas sebagai pribadi yang dermawan. Banyak rekannya menyebutnya sebagai sosok yang mudah berbagi, ringan tangan dan menjunjung tinggi nilai keikhlasan.“Saya kenal beliau lebih dari sepuluh tahun. Perannya di dunia pers Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu sangat diperhitungkan,” ujar Fritsam, kawan sejawat Bang Doel saat bincang-bincang beberapa waktu lalu.

Fritsam alias Icam, yang juga Pimpinan Redaksi Metrosulteng.com mengemukakan, Bang Doel adalah pribadi yang tak pernah lupa pada akar, dan selalu menjadikan empati sebagai landasan sikap.Sosoknya yang bersahaja, bijak dan konsisten. Tiga kata itu mungkin bisa merangkum karakter seorang Andi Attas Abdullah.“Mungkin ini terlalu berlebihan, saya kenal beliau ‘ahli sedekah’. Puang Andi sering membantu orang-orang yang membutuhkan,” ungkapnya.

Mungkin karena karakter Bang Doel bersahaja, lanjut Icam, alam merestui dan meringankan langkahnya dalam menapaki setiap hambatan.“Puang Andi humanis, fleksibel dalam bergaul. Semua kawan-kawan jurnalis sangat mengenal beliau sebagai figur yang merangkul dan mengedepankan pendekatan persahabatan,” tutur Rian Afdal Hidayat, Pemimpin Umum globalsulteng.com.Tak ada kata junior atau senior di benak Bang Doel dalam pergaulan sesama profesi jurnalis, lanjut Rian, pendekatannya adalah satu tarikan nafas profesionalitas sebagai insan pers.

Maka, tidak heran jika, Bang Doel dikenal cukup luas, mulai dari masyarakat tingkat bawah, politisi Senayan asal Sulteng, para pejabat daerah, hingga pimpinan tertinggi di institusi TNI dan Polri.“Hampir semua pejabat utama di Polda, masyarakat kecil mengenal sosok beliau, puang Andi Attas. Ya, itu tadi, karena mudah bergaul dan punya jiwa sosial yang tinggi,” katanya.Diketahui, sosok Andi Attas Abdullah dikenal sebagai jurnalis punya relasi dan jaringan bersahabatan yang luas di berbagai aspek.Di mana hal itu membuatnya sebagai sosok yang mudah diajak berinteraksi dengan siapa pun. Sosoknya juga dapat memotifasi kaum muda yang berprofesi sebagai jurnalis.

Sumber : globalsulteng.com

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp