Melalui Festival Sombori di Sulawesi Tengah, Keunikan Suku Bajo Akan Dikenalkan Kepublik

0
137

PALU, nuansapos.com PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Morowali akan menggelar Festival Sombori dengan tujuan mengangkat keunikan lokal dan kehidupan masyarakat Suku Bajo.

Festival Sombori bertema Sombori Tourisme Festival 2021 yang dikutip dari info wisata Sulawesi Tengah ini rencananya akan di gelar tanggal 26-28 November 2021 di Pulau Sombori, Desa Mbokita, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Dalam proses perencanaan, Dinas Pariwisata menyarankan agar event ini lebih mengangkat bahari dan kehidupan masyarakat yang ada di situ, yaitu masyarakat Suku Bajo,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan dan Pemasaran Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, Nurhalis, baru-baru ini.

Menurutnya, selain memperkenalkan pesona laut di Pulau Sombori, untuk festival ini para wisatawan akan diperkenalkan tentang seni dan budaya masyarakat di Pulau Sombori, termasuk kuliner khas di daerah tersebut.

“Sombori cukup terkenal karena beberapa kali sudah digelar festival semacam ini, namun kali ini yang kita inginkan agar melalui festival ini keunikan seni, budaya dan kuliner tradisional di Sombori juga mulai dikenal,” terangnya.

Menurut Nurhalis, selain memperkenalkan pesona laut di Pulau Sombori, pada festival ini para wisatawan akan diperkenalkan tentang seni dan budaya masyarakat di Pulau Sombori, termasuk kuliner khas di daerah tersebut.

“Sombori cukup terkenal karena beberapa kali sudah digelar festival semacam ini, namun kali ini yang kita inginkan agar melalui festival ini keunikan seni, budaya dan kuliner tradisional di Sombori juga mulai dikenal,” terangnya.

Festival Sombori mengagendakan parade tari tradisional, atraksi musik tradisional, parade lagu daerah, lomba dayung, lomba mancing, lomba perahu hias, lomba kriya, lomba voli pantai, lomba kuliner tradisional, bakti sosial kemah pemuda dan pemulihan tina tama Morowali.

Ada juga band peformance dan fire dance yang akan menghibur pengunjung,” sambungnya.

Acara ini dibuka secara umum untuk wisatawan dan tidak dipungut biaya. Pengunjung festival diharapkan bisa menyiapkan biaya pribadi untuk menuju lokasi festival maupun penginapan selama berada di Kabupaten Morowali.

“Tidak ada biaya karcis dan festival ini gratis. Kecuali makan, penginapan dan transportasi ya pengunjung sediakan sendiri,” terangnya.

Selama festival berlangsung, pemerintah maupun HIPMI tetap akan memberlakukan protokol kesehatan ketat dan dipantau langsung oleh satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Morowali.

“Memang kalau Pulau Sombori ini tidak pernah tutup selama pandemi karena ini wisata yang berada di kawasan penduduk sehingga tidak diberlakukan penutupan wisata,” tutupnya. (Pde)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here