Sulteng

Progress 2021, Seluruh Daerah di Sulteng Punya Kampung KB

Dra.Maria Ernawati, MM

PALU, NP – Sejak dilakukan pencanangan dari tahun 2016 hingga 2019, Kampung Keluarga Berencana (KKB) di Sulawesi Tengah (Sulteng) terus menunjukkan progress positif kepada masyarakat.

“Alhamdulillah dari yang telah dicanangkan, syukur kita di Sulteng ada progres yang baik,” ucapnya Kepala Perwakilan Badan “Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Provinsi Sulteng, Maria Ernawati, Kamis (5/11/2020).

Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan program baru BKKBN yang disebut Bangga Kencana.

Baru-baru ini pihak BKKBN telah menbentuk satu kampung KB Baru di Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai.

” Ini salah satu contoh daerah yang telah dicanangkan sebagai Kampung KB di Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai. Sebelumnya warga di kampung tersebut kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan tidak memiliki jamban, yang mengakibatkan masyarakat di daerah itu kurang sehat,” ungkap Maria Ernawati.

Dengan dihadirkannya kampung KB di Kecamatan Masama, mendapat respon dari Pemkab Banggai.

” Tadinya di kampung itu sebagian masyarakatnya tidak memiliki jamban di rumah, setelah masuk program kampung KB, semuanya dibenahi dan semua rumah penduduk di kampung itu sudah memiliki jamban sendiri. Alhamdulillah, masyarakat di kampung itu juga mendapat layanan aot bersih,” ungkap Maria.

Tentunya semua ini terwujud dengan baik berkat dukungan pemerintah kabupaten Banggai. Yang menyediakan pipanisasi mengalir ke pemukiman warga.

” Kalau tidak salah ada sekitar 30 km lebih pipa disediakan untuk layanan air bersih dan sekarang masyarakat sudah menikmatinya,” katanya.

Berdasarkan data yang ada, sejak pencanangan kampung KB dari tahun 2016 hingga 2019, kini Sulteng memiliki 342 kampung KB yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Dari 342 itu, sebanyak 339 diantaranya dicanangkan oleh BKKBN Sulteng. Sementara, tiga lainnya dicanangkan secara mandiri oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, menggunakan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palu tahun 2019.

Dijelaskan, kampung KB adalah satu kampung yang ditetapkan BKKBN dengan beberapa persyaratan. Yakni, daerah terpencil, daerah miskin, daerah yang capaian programnya kurang, dan daerah yang jauh dari akses apapun.

“ Kita pilih daerah yang termarjinalkan agar bisa maju sejajar dengan desa sekitarnya. Pokoknya daerah itu daerah yang termarjinalkan, entah itu karena miskin, karena stunting, dan banyak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kita pilih, kita jadikan kampung KB supaya bisa ada percepatan pembangunan, tentunya dengan tujuan agar sama dengan daerah-daerah atau kampung di wilayah sekitarnya,” tandasnya. (NP)

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp