Sempat Disegel, Pintu Kantor Desa Malitu Akhirnya Dibuka Kembali

0
241

POSO, Nuansapos.com – Setelah sempat disegel warga, akhirnya aktivitas pelayanan administrasi di kantor Desa Malitu Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso telah berjalan kembali, menyusul segel pintu yang menggunakan lembaran papan dibuka.

Segel pintu kantor tersebut, dilakukan langsung oleh Camat Poso Pesisir Selatan Simon Tiolemba, turut didampingi oleh Kapolsek Poso Pesisir Selatan Iptu Jufri A.Lawendatu, Babinsa Dan perwakilan Kesbangpol Kabupaten Poso serta disaksikan sejumlah warga Desa Malitu. Jumat (18/06/2021).

“Benar, segel pintu kantor desanya telah dibuka, itu artinya pelayanan administrasi masyarakat telah kembali bisa berjalan normal,” ungkap Camat Simon saat dikonfirmasi pewarta Nuansapos.com melalui sambungan telepon.

Menjawab pertanyaan pewarta soal adanya tindakan anarkis warga, Simon kembali menambahkan bahwa yang menjadi alasannya adalah terkait penempatan pejabat sementara (Pjs) Kades Malitu atas nama Serli Anvince Tunggai, untuk menggantikan posisi Kornelis PH Masuru, selaku Pjs Kades Malitu sebelumnya, pasca berakhirnya masa tugas Kades definitif medio akhir tahun 2020.

“Warga tidak ingin ada pengantian Pjs Kades yang ada saat ini, mengingat pemilihan Kades difinitif sudah dekat. Sementara, soal penempatan atau penggantian Pjs Kades adalah kewenangan pimpinan daerah, sebagai mana yang tertuang dalam isi surat keputusan Bupati Poso. Jadi, ini yang semestinya dipahami oleh masyarakat. Kalau pun ada hal – hal dinilai keliru, harusnya dibicarakan dalam musyawara desa, untuk selanjutnya disampaikan sebagai usulan, tidak dengan cara anarkis seperti ini,” terangnya.

Kaban Kesbangpol Kabupaten Poso Arief Tanda, sangat menyayangkan adanya peristiwa tersebut. Pasalnya kata dia, kantor desa adalah sarana resmi pemerintah dalam melakukan pelayanan administrasi termasuk semua yang menyakut kepentingan masyarakat desa.

“Tidak ada pembenarannya, apa pun itu alasannya, sehingga terjadi penyegelan kantor pemerintah Desa Malitu. Tindakan seperti ini jelas telah melanggar hukum. Dihimbau kepada warga desa agar selalu mengedepankan musyawara untuk mufakat yang baik, tidak dengan cara main hakim sendiri,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here