MorowaliNasionalSultengViral

Spanduk Tolak Relokasi Dibentang di Desa Ambunu, Kabarnya Akan Masuk Industry Lithium Terbesar Didunia

MOROWALI Nuansapos.com- Spanduk bertuliskan tolak relokasi tampak terpampang jelas dibentangkan di berbagai tempat umum di Desa Ambunu dan Desa Tondo, Kec.Bungku Barat, Kab.Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah.

Kabarnya, di dua Desa tersebut akan masuk perusahaan industry lithium (baterai mobil) terbesar di dunia yang membutuhkan area pembangunan infrastruktur-nya seluas kurang lebih 600 Ha. Sehingga warga di dua desa tersebut harus direlokasi.

Tulisan yang berisi penolakan relokasi itu, di dalamnya terdapat kalimat tegas Desa Ambunu dan Tondo harga mati, bahkan viral diberbagai media sosial dan menjadi perguncingan hangat masyarakat Morowali.

Penyebab hal tersebut ramai dan viral dikarenakan selama ini tak pernah terdengar ada perusahaan industry lithium akan masuk di dua desa tersebut, yang merupakan area pertanian dan perkebunan sawit.

Begini salah satu cuitan di media sosial FB dari pemilik akun Rizal Natsir Marhaenis yang menandai bersama 8 temannya di desa Ambunu Bungku Barat.

“Pro kontra itu biasa, Ayo cari solusi terbaik. Pemerintah harus hadir menengahi agar tak terjadi konflik horizontal di tengah masyarakat. Hadirnya industri juga memberikan dampak positif bagi rakyat, terbangunnya sektor ekonomi serta terbukanya lapangan pekerjaan. Penolakan yang dilakukan beberapa masyarakat juga patut disikapi oleh Pemerintah melalui ruang diskusi serta mencari solusi bersama. terlepas dari persoalan dari pembebasan lahan antara desa ambulu dan desa pondok kemudian timbul pertanyaan dari kami beberapa desa terdampak, yakni Desa Uedago, Wata, Margamulya dan Topogaro, kami menunggu langkah,” tulisnya Senin (02/08/2021).

Kadis Lingkungan Hidup Daerah (LHD) Morowali, Andi Kahar, saat berbincang dengan sejumlah awak media membenarkan adanya perusahaan Industry Lithium terbesar di dunia akan investasi di Desa Ambunu dan Desa Tondo.

Bahkan, DLHD Morowali bersama instansi terkait lainnya sudah pernah melakukan sosialisasi ke warga rencana kehadiran perusahaan industry lithium terbesar didunia, sekaligus soal ganti rugi hak-hak warga.

“Disana itu (Desa Ambunu dan Tondo), rencananya akan masuk perusahaan industry lithium terbesar didunia yang butuh lahan pembangunan infrastruktur seluas kurang lebih 600 Ha, dan ini sudah pernah ada sosialisasi dari instansi terkait termasuk DLHD dari sisi lingkungan. Tapi untuk lebih jelasnya soal ganti rugi bisa di tanyakan langsung ke instansi terkait termasuk Bappeda dan Dinas Tataruang,” ungkapnya, Senin (03/08/2021).

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp