Pajak kendaraan Tertunggak Ditagih Dispenda Provinsi, Simak Apa Kata Gubernur Sulawesi Tengah?

Palu,Nuansapos.Com – Penerapan tagihan tunggakan pajak kendaraan tanpa sosialisasi terlebih dahulu oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Sulawesi Tengah yang sebelumnya sudah di bebaskan mantan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola menuai kritik dari berbagai kalangan.
Penerapan tagihan itu dirasa tidak manusiawi dan sangat membebani masyarakat khususnya yang baru saja tertimpa bencana berturut-turut yakni bencana Tsunami, Gempa dan Likuifaksi yang kemudian di susul bencana nasional Covid-19.
“Masyarakat masih menderita karena dua bencana berturut-turut, semua terkenaaa imbasnya lapangan kerja tertutup dan perekonomian mati suri tapi bisa-bisanya pemerintah di jaman Pak Cudy tegah menagih tunggakan pajak yang sebelumnya sudah di bekukan oleh Pak Longki?” keluh warga seragam.

Ft : Int
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Ketua Komisi 2 DPRD Provinsi Sulteng Yus Mangun yang dikonffirmasi Nuansa Pos sangat menyesalkan tindakan Gubernur tersebut.
Menurut dia, penerapan tagihan itu tidak seharusnya buru-buru dilakukan apalagi dalam situasi yang masih sangat berat dimana semua sektor perekonomian masyarakat masih terpuruk karena bencana dan covid-19 seperti sekarang ini.
Oleh karena itu Komisi 2 yang membawahi Dispenda akan mempelajari kasus ini dan mengundang pihak Dispenda untuk didengar pendapatnya.
“Ini kurang etis apalagi kita kan sedang dalam keadaan ditimpa bencana untuk itu kami akan mempelajari dan mengundang pihak Dispenda,” ungkap Yus Mangun.
Plt Kepala Badan Dispenda Provinsi Sulteng, Rifki Anata Mustakim yang berusaha di temui NuansaposCom di kantornya sedang tidak berada ditempat. Demikian pula saat di konfirmasi via WA juga tidak bersedia membalas pesan yang dikirim Media ini.
Semntara Gubernur Sulteng Rusdi Mastura yang dihubungi Nuansapos.Com Jumat (15/10) mengatakan. Dirinya memahami saat ini Sulawesi Tengah sedang dalam pemulihan ekonominya dimana pemulihan itu diharapkan bisa mencapai 15 persen.
Oleh karena itu kata Cudi pihaknya harus bertindak lebih terukur dan sebisanya hanya untuk rakyat.
“Saya paham memang sekarang ini kita baru masuk pada tahap pemulihan ekonomi.Tapi sumber-sumber ini kita akan maksimalkan,” tegas Rusdi Mastura yang akrab di sapa sebagai Ka Cudi
Ketika di tanya adanya tindakan dan upaya panisment yang di lakukan pihak Dispenda tanpa sosialisasi dikatakannya bahwa akan dikaji ulang dan di diskusikan kembali.
“Intinya jangan sampai menyengsarakan rakyat” tegasnya
Untuk itu Cudy berjanji akan mengikuti kebijakan Tax Amnesty Pusat bagi para penungak pajak.
“Apa yang dibuat Pusat akan kita akan ikuti,” pungkasnya.