12 Perahu Nelayan Rusak Akibat Tanggul Silebeta
PALU NUANSAPOS – Sejumlah pengurus dan anggota Himpunan Nelayan Sulawesi Tengah (HNST) Menyambangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah siang tadi(26/10). Tujuan mereka adalah ingin menemui wakil rakyat untuk menuangkan keluhan mereka diseputar pesisir pantai Talise. Rombongan HNST tersebut diterima oleh seorang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Yahdi Basma. Dalam pertemuan tersebut para nelayan mengeluhkan adanya pembangunan Tanggul Silebeta saat ini karena sering merusak perahu mereka.
“Persisnya selesai di bulan Maret 2021,ada 12 perahu nelayan di pantai Talise rusak akibat dampak pembangunan Tanggul Silebeta ini, ” Ungkap Arham salah seorang nelayan yang ikut dalam pertemuan itu.
Untuk diketahui bahwa pembangunan Tanggul Silebeta tersebut membentang sepanjang 7,4 kilometer dari jalan cumi-cumi Kelurahan Silae Palu Barat hingga dilokasi penggaraman Talise Palu Timur. Sementara dalam menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Yahdi Basma dengan tegas akan segera menindaklanjuti,dengan diawali turun ke lokasi yang dimaksud.
“Selalu wakil Rakyat, keluhan semacam ini segera kami tindaklanjuti dimulai turun ke lokasi untuk melihat langsung bagaimana sampai hal ini bisa terjadi kemudian mencari solusi terbaik, ” tegas Yahdi.
Sampai berita ini ditulis, anggota DPRD Yahdi Basma dan HNST masih melakukan diskusi seputar Dampak pembangunan Tanggul Silebeta. Hadir dalam pertemuan ketua HNST Jaya Rahman dan Penyuluh Nelayan Sulawesi Tengah. (YES)