Sekdes Amporiwo Akui Kebocoran Dana Desa Ratusan Juta Rupiah

Poso, Nuansa.Com – Sekdes Amporiwo, Kecamatan Pamona Tenggara, Kabupaten Poso, Wela Wulandari mengakui adanya ketekoran anggaran Dana Desa (DD) Amporiwo.
Menurut dia, ketekoran itu bukan akibat dari jabatannya sebagai Sekdes atau Ferivikator anggaran melainkan terjadi di tingkat Bendahara Desa.
“Memang betul ada ketekoran sekitar 200 juta tapi itu sama bendahara,” jelasnya kepada Nuansapos via Hp Kamis (5/8) sore tadi.
Disinggung soal keterlibatannya dalam dugaan penyalahgunaan Dana Desa Amporiwo yang pada pemberitaan Nuansapos sebelumnya disebutkan senilai Rp 374 juta yang kemudian dikaitkan dengan kepemilikan sejumlah aset seperti Sarang Burung Walet, ternak dan benda berharga lain yang diduga berasal dari keuangan negara langsung ditepisnya.
Menurutnya semua harta benda yang dipunyanya saat ini murni berasal dari usahanya sendiri.
“Kalau apa yang ada sama saya sekarang ini, itu murni adalah hasil usaha saya dan suami saya.Lagian bapak saya juga bikin-bikin mebel jadi yang ada itu adalah murni hasil usaha kami,” sergahnya.
Kasus dugaan korupsi Desa Amporiwo sendiri saat ini sudah tercium pihak Kejaksaan Tentena.
Sementara Kacabjari Tentena, Yunan Putra Firdaus, SH,MH kepada Nuansapos.com mengatakan akan berlaku tegas kepada pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan Dana Desa khususnya terhadap mereka yang tidak mampu mengembalikan kerugian keuangan negara.