Pendidikan Jaksa Berakhir Sudah, 25 Diantaranya Berasal Dari Sulawesi Tengah

‘ Satu dari sepuluh terbaik diraih Calon Jaksa Cabang Kejaksaan Negeri Donggala di Tompe ‘
Palu, Nuansapos.com – Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXVIII tahun 2021 berakhir sudah.
Upacara penutupan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa yang selenggarakan secara virtual oleh Badan Diklat Kejaksaan Ri tersebut ikut disaksikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH,MH, Rabu, (15/12/2021).
PPPJ Angkatan LXXVIII Tahun 2021 itu sendiri berjumlah 459 orang, 25 diantaranya berasal dari Wilayah Hukum Kejati Sulteng.
Kegiatan PPPJ Angkatan LXXVIII Tahun 2021 dilaksanakan secara learning distance atau pembelajaran jarak jauh menggunakan platform e-learning center Badiklat Kejaksaan Tinggi RI mulai 12 Agustus dan di tutup pada 15 Desember 2021.
Hasil seleksi dan rapat evaluasi Badiklat, salah satu peserta dari Sulawesi Tengah berhasil masuk 10 besar terbaik dalam pendidikan calon jaksa tersebut atas nama Guntur Dirga Saputra, SH dari Cabang Kejaksaan Negeri Donggala di Tompe.
Sebelumnya, Kajati Sulteng kepada Nuansapos.com mengatakan diklat PPPJ merupakan sebuah regenerasi lingkup Kejaksaan dan memberikan kesempatan kepada tunas-tunas muda adhyaksa menerusakan kepemimpinan dimasa yang akan datang.
Selain untuk menyiapkan jaksa-jaksa muda yang profesional dan berintegritas, tujuan pendidikan jaksa itu juga dimaksudkan sebagai langkah investasi dari institusi yang manfaat dan hasilnya akan dapat dilihat dan dirasakan 10 atau 20 tahun yang akan datang.
Dalam menempuh pendidikan mereka ditempah sehingga memiliki karakter yang baik, bahkan kata Jacob, semua gerak-gerak dari cara duduk hingga makannyapun di pantau sebagai bahan penilaian dan pembentukan karakternya.
“Di Sulteng juga sudah ada pendidikan Jaksa, mereka dididik dengan ketat. Sampai cara makan dan cara duduknya saja dipantau sebagai bahan penilaian dan pembentukan karakter. Kedepan mereka-mereka ini akan menjadi jaksa yang handal karena sudah ditempah melalui pendidikan yang ketat,” jelas Kajati.