Pasca Matinya Teroris Ahmad Panjang, Kapolda Sulteng : ” Sisanya Kita Akan Kejar dan Lakukan Penangkapan”

“Dari TKP Polisi menemukan Bom dan uang tunai ”
Palu,Nuansapos.com – Setelah berhasil melumpuhkan satu dari 4 teroris Poso bernama Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang (27) di Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutung, Sulawesi Tengah.
Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi menegaskan, akan terus mengejar dan melakukan penangkapan terhadap ketiga DPO yang masih tersisa.
Demikian ungkap Rudy kepada awak media pada konfrensi pers di Mapolres Parigi Moutong Selasa (4/01/2022).

Meskipun demikian, pihaknya tambah Rudy masih memberikan kesempatan jika ketiga DPO teroris Poso yang masih berkeliaran di kawasan hutan dan perkebunan warga di wilayah Kabupaten Poso dan Parigi itu mau menyerahkan dirinya secara baik-baik.
“Sudah berkali-kali kita sampaikan, sejak tertembaknya Ali Kalora (pimpinan MIT pengganti Santoso-red) sudah kita himbau dan tetap kita himbau kalau mau menyerahkan diri akan kita terima baik-baik,” ungkap Kapolda.
Tertembaknya Ahmad Panjang yang juga adalah anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) bermula pada Selasa (4/1/2022) sekitar pukul 06.30 Wita saat terintai oleh Tim Satgas Madago Raya ketika tengah berada di salah satu areal perkebunan warga sekitar bendungan Dusun Uempasa, Desa Dolago.
Setelah melakukan pengintaian selama kurang lebih tiga jam atau sekitar pukul 10.30 Wita, Ahmad Panjang akhirnya berhasil terdeteksi dan sempat terjadi baku tembak sebelum Ahmad Panjang merenggang nyawa di tembus peluru panas petugas.

Untuk kepentingan autopsi dan pemakaman mayatnya kemudian di bawa ke Rs Bhayangkara Palu.

Dari lokasi kejadian petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik Ahmad Panjang berupa kebutuhan makan, masak, peralatan tidur dan obat-obatan, alat peledak dan uang tunai.
Yakni Ransel, Selimut, Baju 2 pasang, Celana Panjang 1 pasang, Jaket 1 pasang, Parang 1 buah, Kaos kaki 1 pasang, 1 terpal besar dan 1 terpal kecil, Panci 1 buah, Senter Kepala 1 buah, Batrey besar 13 biji, Batrey kecil 2 biji, Garam 2 bungkus, Penyedap rasa 3 bungkus, Kopi 1 bungkus, Beras 1 kantong, Gelas plastik 1 buah, wadah plastik 1 buah, Tali tambang, Jam tangan, Betadin, Gunting, Handsaplast, Benang jahit, Botol bubuk mesiu, 1 buah bom, dan uang tunai sebesar Rp 202.000.

Ahmad Panjang sendiri merupakan warga dari Sulawesi Selatan tepatnya dari Kabupaten Luwu Timur.
Dengan matinya Ahmad Panjang, sisa DPO teroris Poso semakin berkurang atau hanya tertinggal 3 orang lagi.