Hukum KriminalNasionalSultengUncategorizedViral

Bantuan Alat Pertanian Milyaran Rupiah yang Dibagi Pada Era Darmin Sigilipu Terindikasi Disalahgunakan

Jounder yang sebelumnya diserahkan kepada DS ditemukan dirumah kakaknya. Saat ini sudah diamankan di areal Dinas Pertanian Kabupaten Poso.

Poso,Nuansapos.com – Sebagian besar dari alat Mesin Pertanian (Alsinta) bernilai milyaran rupiah yang di bagi di era Bupati Darmin Sigilupu terindikasi disalahgunakan.

Alat pertanian yang terdiri atas 172 roda dua (Traktor) dan 22 unit Jounder, 53 Pompa air, Rice transplanter dan Combine harvester diduga tidak tepat sasaran bahkan terindikasi dijadikan ajang bisnis para oknum untuk mencari keuntungan, baik untuk kepentingan pribadi ataupun kelompoknya.

Satu unit Jounder bantuan dari Kementerian itu terindetifikasi di berikan kepada DS yang tak lain adalah adik mantan bupati Poso.

Karena diduga disalah gunakan sehingga alat tersebut kembali ditertibkan dan sudah diamankan di lokasi Dinas Pertanian Poso.

” Berdasarkan perintah dari Kementerian dan penegasan Kepala Inspektorat Poso, unit itu sudah ditarik untuk ditertibkan,” jelas sumber, Jumat (28/1/2022) siang tadi.

Terkait adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan sehingga peralatan-peralatan itu di bagi pada orang yang tidak seharusnya menerimanya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Alpius Lampelulu kepada Nuansapos yang menemui di ruang kerjanya Jumat (27/1/2022) terkesan menutupi kondisi yang sebenarnya.

Menurut Alpius peralatan-peralatan itu sudah di bagi kepada kelompok-kelompok dan sudah dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Sayangnya pernyataan Alpius itu bertolak belakang dengan fakta yang terjadi dilapangan.

Buktinya, 1 unit Jounder yang dikelola oleh DS, adik mantan bupati Poso tidak dimanfaatkan di lahan persawahan masyarakat.

Alat itu ditemukan di rumah kakaknya, mantan bupati Poso dengan kondisi rusak parah.

Sebagian alat vitalnya telah di cabut dan tidak di tau lagi dimana keberadaannya.

Tak hanya 1 unit Jounder saja, Jounder-Jounder lainnya juga diduga ikut bermasalah dan disalahgunakan.

Pembagian ke kelompok-kelompok tani tersinyalir tidak tepat sasaran sehingga hampir semua dari alat-alat tersebut menjadi rusak dan tidak dapat dipergunakan lagi.

Dari ratusan peralatan mesin tersebut baru 9 unit yang berhasil diamankan Dinas Pertanian Kabupaten Poso. 3 diantaranya sudah berada di Poso sementara 6 lainnya masih dititip di Kecamatan Pamona Puselemba.

Di bagian terpisah, Kepala Inspektorat Poso, Ruddy Richardo Rompas yang dihubungi via HP kembali menegaskan akan melakukan penertiban sesuai kewenangan yang melekat pada instansi yang dipimpinnya.

Dia juga mengingatkan agar semua pimpinan-pimpinan OPD termasuk Pemerintahan Desa mendukung penertiban semua aset milik Pemda Poso, jkka tidak maka pihaknya tidak main-main dan pasti akan melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku.

“Saya minta semua pimpinan OPD termasuk aparat pemerintah desa terbuka. Kalau ada yang menyalahgunakan kewenangan, apalagi penggunaan uang negara, baik itu secara pribadi atau lembaga, harus dipertanggung jawabkan dan jangan menyusahkan orang lain,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp