Pungli Desa Sedoa, Kapolres Poso : “Apabila Masih Terjadi Pemalakan Akan Dibubarkan”

Poso,Nuansapos.com – Aksi palak sebesar Rp 10.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 20.000 untuk roda empat yang dilakukan oknum masyarakat Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah ditanggapi Kapolres Poso.
Pemalakan di jembatan darurat Desa Sedoa yang telah berlangsung sebulan itu oleh Kapolres Poso, AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf sudah diperintahkan untuk ditertibkan dan apabila masih berlanjut akan dibubarkan oleh pihak yang berwajib.
“Awalnya warga meminta sumbangan sukarela, namun dengan adanya pemalakan sudah kami perintahkan untuk menertibkan. Apabila masih melakukan pemalakan akan dibubarkan kegiatan tersebut,” tegas Kapolres yang disampaikan via WA ke media ini, Jumat (11/11/2022).
Pemalakan di Sedoa itu sendiri bermula dari rusaknya jembatan yang dibangun pemerintah.
Oleh masyarakat setempat kemudian berinisiatif membangunkan jembatan darurat yang pada faktanya mereka sendiri juga ikut menggunakannya.
Awalnya setiap pengendara yang lewat hanya diminta membayar sukarela namun belakangan jembatan darurat itu berubah jadi ajang mencari keuntungan sekelompok masyarakat setempat.
Setiap pengendara roda dua mereka paksa membayar Rp 10.000 sementara untuk roda empat dipatok Rp 20.000.

Pemalakan di jembatan Sedoa itu secara tidak langsung sudah merusak citra bangsa dan terjadi di depan mata wisatawan mancanegara yang kebetulan hendak melintas di desa tersebut.
Meski sudah melihat ada wisatawan di dalam kendaraan namun para pemalak yang berjaga pada Jumat (11/11/2022) sama sekali tidak mau berkompromi.
Dengan muka sangar dan kasar, mereka mendekati mobil dan memaksa membayar dengan cara yang tidak wajar dan tidak beretika sama sekali.