Makin Tak Masuk Akal Saja Program Kepala MBG Ini,Guru Naik Sepeda,SPPG MBG Naik Motor,Adilkah?
Nuansapos.com – Katanya untuk efisiensi anggaran, para guru diminta naik sepeda ontel ke sekolah, Sementara kepala-kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program makan bergizi gratis (MBG) difasilitasi motor listrik.
Adilkah kebijakan pemerintah tersebut, guru disuruh naik sepeda, sementara SPPG BMG naik motor listrik?
Padahal guru sangat urgen dan penting cepat sampai di sekolah untuk mendidik dan mengajar murid-murid, pelajar dan siswa-siswa di SD, SMP, SMA/SMK dan yang sederajat.
Bayangkan tidak tanggung-tanggung, motor listrik untuk petugas SPPG MBG mencapai 25,000 unit dengan harga mencapai Rp, 42 juta perunit.
“Jika 25,000 unit dikalikan Rp, 42 juta, maka total anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk pengadaan motor listrik mencapa Rp,1.050.000.000“.
Anggaran tersebut dapat membantu ribuan anak-anak sekolah yang kurang mampu untuk pengadaan baju seragam, sepatu, tas dan buku-buku.
Belum lagi anggaran pengadaan MBG mencapai Rp335 triliun yang katanya diambil dari biaya pendidikan yang melekat pada APBN 2026.
Mestinya pengelolaan MBG yang efisin dan efektif anggarannya diberikan saja kepada orang tua murid-murid, pelajar dan siswa-siswi, itupun harus didata khusus yang kategori tidak mampu dan atau kurang mampu saja.
Dikutip di google.com, dari berbagai sumber, berdasarkan informasi terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah motor listrik yang disiapkan untuk operasional kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah sebanyak 21.801 unit.
Berikut adalah fakta terkait pengadaan motor tersebut:
Tujuan: Motor tersebut akan diberikan kepada kepala SPPG, khususnya di daerah terpencil untuk mendukung distribusi program MBG ke pelosok.
Jenis Motor: Kendaraan yang disiapkan adalah motor listrik, yang dalam video beredar terlihat berbentuk motor tipe adventure atau trail.
Harga: Kepala BGN menyebutkan harga per unit motor listrik tersebut sekitar Rp42 juta X 25,000 unit = Rp, 1.050.000.000.
Status: Meskipun videonya sempat viral, motor-motor tersebut belum dibagikan dan merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 lalu katanya.
Klarifikasi: Pihak BGN membantah isu yang menyebutkan jumlah motor mencapai 70.000 unit, dan menegaskan jumlah resminya di kisaran 21.800 – 25.000 unit. Ikrapost.com