Aksi Arogan Oknum Security RS Bala Keselamatan Disikapi Serius Kadinkes Dan Anggota DPRD Provinsi Sulteng
PALU, Nuansapos.com – Aksi arogan oknum security RS Bala Keselamatan terhadap BM warga kota Palu, orang tua dari salah seorang pasien di rumah sakit tersebut berujung mendapat tanggapan serius dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng dr Komang Andi Sujendra, yang sangat menyayangkan adanya kejadian tidak terpuji tersebut.

“Selaku dinas yang berfungsi dalam pengawasan dan pembinaan akan menindak lanjuti dengan turun langsung dalam waktu dekat ini bersama dengan
dr Abdullah selaku ketua BPRS Sulteng, sebab sikap ini tidak elok dipertontonkan kepada keluarga pasien terlebih lagi kepada pasien itu sendiri, hal ini akan sangat berdampak terhadap citra rumah sakit tempat oknum petugas security ini bertugas,” ucap Kadinkes dr Komang Andi Sujendra, baru – baru ini.
Penilaian senada juga berikan oleh anggota Komisi Empat DPRD Provinsi Sulteng Nyoman Slamet, atas sikap arogan dari oknum petugas security rumah sakit yang notabene adalah tempat bagi setiap warga masyarakat untuk mendapatkan kesembuhan termasuk rasa tenang saat mereka memerlukan tindakan pertolongan medis.

“Adanya peristiwa ini, akan menjadi catatan penting kami, untuk mendorong sekaligus meminta kepada pihak rumah sakit Bala Keselamatan untuk melakukan langkah pembinaan terhadap oknum petugas security yang dimaksud, dengan harapan agar tidak terulang lagi sikap atau perbuatan tercelah terhadap pasien atau pun keluarganya, sebab dari mereka inilah pihak rumah sakit mendapatkan pemasukan melalui pembayaran tagihan biaya perawatannya,” imbuhnya.
Seperti yang telah di mediakan pada edisi Nuansapos.com sebelumnya terkait adanya sikap tidak terpuji dan arogan yang dilakukan oleh seorang oknum petugas security RS Bala Keselamatan
Kejadian ini terjadi pada Sabtu malam (03/04/2021), yang dialami oleh seorang warga kota Palu inisial BM, pria usia 50 tahun warga jalan Patimura-Palu, saat dirinya bersama anak menantu prianya yang hendak berkunjung sekaligus ingin melihat dari dekat keberadaan serta kondisi cucu pertamanya yang baru lahir pada hari itu, termasuk kesehatan ibunya, walau pun hanya sesaat.
Rasa gembira BM bersama menantunya saat itu atas hadirnya jabang bayi yang lahir dengan selamat atas pertolongan tim medis dari rumah sakit tersebut berganti rasa kecewa dan marah atas sikap dan tutur kata yang mereka terima ketika berhadapan dengan seorang seorang oknum security yang bertugas jaga pada malam itu.
“Saya tahu memang, kedatangan kami malam itu, sudah lewat batas jam berkunjung bagi keluarga pasien. Tapi tidak juga harus mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, apalagi sikap arogan seperti itu yang tidak mencontohkan atau mencerminkan keberadaan rumah sakit Bala Keselamatan yang notabene adalah rumah sakit dari salah satu derteminasi gereja.” Ungkap BM kepada pewarta media Nuansapos.com melalui sambungan telepon malam itu. Tanpa menyebutkan identitas diri oknum security yang dimaksud.