RIZAL CALVARY MARIMBO : ‘Putra Sulteng Pertama Jadi Komisaris BUMN’
PALU—Baru-baru ini Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlili Lahadalia meresmikan kantor baru Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Sulawesi Tengah di Jalan Cik Di Tiro Palu.
Kantor DPMPTSP berlantai empat itu, sekaligus berisi mal pelayanan publik (MPP) sebanyak 14 counter, dengan total 256 layanan. Ada yang menarik dari kedatangan rombongan Kepala BKPM. Menggunakan pesawat jet pribadi, Kepala BKPM didampingi salah satu staf khususnya yang menjabat sebagai Anggota Komite Investasi BKPM Rizal Calvary Marimbo. Dari nama keluarganya, jelas bahwa Rizal putra asli Sulawesi Tengah. Tepatnya asal Poso.
“Papa saya Poso, mama orang Mori,” ujar Rizal saat ditemui disela-sela peresmian Gedung Baru senilai Rp 22 miliar itu. Rizal menyelesaikan pendidikan menengah atasnya di SMA 1 Palu pada 1993. “Kelas satu di SMA 1 Poso, terus kelas 2 dan 3 di SMA 1 Palu,” ucap Rizal.
Selain, mendampingi keseharian Kepala BKPM, Rizal juga dipercayakan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erik Tohir menjadi komisaris di PT PLN Batam Persero. Dengan posisi ini, Rizal tercatat merupakan putra asli Sulawesi Tengah pertama yang menjabat komisaris di BUMN. “Puji Tuhan, ini amanah buat saya. Saya berterima kasih kepada warga Sulteng, Poso dan Morowali Utara. Cukup berat sebab saya membawa nama orang Sulteng. Mohon bantuan doanya,” ujar lelaki 45 tahun ini, yang kerap bolak-balik Jakarta-Batam.
Usai peresmian di Palu, Rizal mendampingi Kepala BKPM melakukan kunjungan ke kawasan industri IMIP Morowali dihari yang sama. Sorenya, kembali ke Jakarta. Jebolan Magister Manajemen Universitas Pelita Harapan ini berharap Mal Peyanan Publik yang baru diresmikan benar-benar mendekatkan pemerintah sebagai pelayan dengan masyarakat. “Di MPP ini, pemerintah harus benar-benar bertindak sebagai pelayan. Masyarakat adalah rajanya. Masyarakat stake holder utama MPP ini. Maka musti dilayani baik-baik,” ujar mantan Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) ini.