Gubernur : Cegah Stunting Melalui Perubahan Perilaku
Drs.H.Longki Djanggola,MSi
PALU, NP –
Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci keberhasilan pencegahan stunting. Karena itu, masyarakat harus senantiasa diedukasi agar masalah stunting ini dapat diatasi, minimal ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, salah satunya dengan mengajak dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. Demikian disampaikan Gubernur Sulteng, Drs.H.Longki Djanggola, MSi yang diwawancara via whatshapp, Sabtu (07/11/2020).
Masalah stunting adalah masalah intergenerasi. Artinya, kualitas kehidupan sekarang ditentukan oleh kehidupan sebelumnya. Remaja yang mengalami gizi buruk dimasa kecilnya, maka mereka akan sangat berisiko melahirkan bayi stunting.
“Itulah alasan pentingnya meningkatkan kesadaran publik dan mengubah perilaku masyarakat dalam upaya mencegah stunting,” ujar Gubernur Longki
Dalan catatan Kementrian Kesehatan, Kontribusi perilaku memberikan kontribusi 30 persen dari keseluruhan faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus stunting di Indonesia.
Gubernur menambahkan, penurunan angka stunting menjadi salah satu target pembangunan berkelanjutan tahun 2025 dengan target penurunan hingga 40 persen.
“ Untuk itu, saya mengajak semua OPD terkait dan para mitra kerja untuk mengambil perannya dalam kebersamaan menyukseskan program penanggulangan dan percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tengah,” tandas Longki.
Karena itu, Perubahan Perilaku diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah stunting di era pandemi Covid-19.Perubahan Perilaku juga menjadi hal penting memutus rantai penularan Covid-19 dengan menerapkan pola 3 M, Memakai masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan pakai sabun.(NP)