ART Harapkan Ada Transparansi Data Penerima Bantuan Sosial Dimasa Pendemi Covid-19
PALU, Nuansapos.com – Anggota DPD perwakilan Dapil Sulteng, Dr. Abdul Rachman Thaha SH.MH, mendapat kesempatan berbicara dalam sebuah talk show pada acara lintas ToliToli – Buol pagi, di RRI Net ToliToli, edisi Selasa pagi (02/03/2021) dengan topik,” Bantuan Sosial Dimasa Covid-19″.

Bersama tiga orang narasumber lainnya yakni Anggota DPRD Sulteng Drs H Zainal Daud, Kadis Sosial Sulteng Drs Ridwan Mumu M.Si, dan Plt Kadis Sosial ToliToli
Ir Moh Munawar dengan mengangkat topik “Bantuan Sosial Dimasa Covid-19”, secara virtual, yang dipandu oleh presenter Ahmad Mukhadas.
Mengawali acara tersebut Ahmad Mukhadas, mengutarakan persoalan yang tengah dirasakan warga masyarakat terkait penerimaan bantuan sosial di masa pendemi Covid-19.

Pasalnya kata dia, banyak informasi yang yang berkebang ditengah masyarakat saat ini yang menyebutkan bahwa ada warga yang seharusnya tidak layak diberikan bantuan, tapi kenyataannya menerima. Sebalik, ada warga yang seharusnya berhak menerima, sesuai fakta kondisi ekonominya, tapi justru mereka tidak tersentuh bantuan tersebut.
Dalam kesempatannya ART mengamini hal tersebut. Bahkan kata dia, hampir semua daerah kabupaten di Sulteng yang ia kunjungi saat reses, mengeluhkan hal yang sama.
“Semenjak adanya program sosial pemerintah, dimasa pendemi covid-19, setiap kali saya turun reses, keluhan atau persoalan seperti ini masih saja saya dapatkan hingga saat ini dan hampir disemua kabupaten yang saya kunjungi.” ungkap ART.
Tidak terselesaikannya persoalan tersebut, ditengarai oleh data penerima manfaat yang tidak falid.”Tidak selesainya persoalan ini, penyebabnya adalah saat pendataan dilakukan, bisa saja masih menggunakan data lama.” ucapnya.
ART mengatakan bahwa dirinya telah menyampikan semua informasi terkait keluhan masyarakat kepada pihak Kemensos dan Kemendes PDTT, selaku mitra kerja komisi I DPD RI disaat rapat kerja.
“Dari hasil investigasi saya, ada keraguan, sebab data yang ada di Kemendes PDTT, asalnya dari Kemensos. Setelah dilakukan sinkronisasi, itu benar adanya.” terangnya.
Olehnya kata ART, sangat disayangkan apabila niat baik pemerintah, menjadi tidak tetap sasaran hanya disebabkan pendataan yang tidak falid.
“Niat pemerintah melalui program sosial ini sangat baik, mengingat ekonomi masyarakat dimasa pendemi Covid-19 terganggu atau anjlok. Hanya saja, untuk daerah Sulteng, pertumbuhan ekonomi agak lumayan, ada sedikit membaik, itu hasil konsultasi saya dengan pihak BPK belum lama ini.” tutur senator muda ini.
Menanggapi sanggahan dari seorang penelpon, agar data penerima bantuan sosial dibuka secara transparan agar diketahui publik dimasing – masing desa atau kelurahan.
Kembali senator ART menjelaskan bahwa langkah tersebut dinilai sebuah pola yang sangat baik.”Sejatinya memang, semua data warga penerima manfaat, dibuka secara transparan disetiap kantor Desa atau pun kantor Kelurahan setempat. Bagi penyelenggara, diharap agar benar-benar memiliki rasa keadilan dalam melihat persoalan ini. Sekali lagi, saya tegaskan adanya transparansi data bantuan, sangat diperlukan, guna memutuskan mata rantai, semrawutnya pemberian bantuan sosial pada masyarakat dimasa pendemi Covid-19 saat ini.” pungkasnya.