Akibat Terlalu Lama Menduduki Jabatanya Dirut RSUD Undata Arogan,Mengintimidasi Wartawan Saat Investigasi Pokir Sonny Tandra.
“Anwar Tokoh Masyarakat; Saya Berharap kalau Pak Anwar Hafid Sebagai Gubernur Yg Baik,Perhatikan Soal Kesehatan dan Anti Korupsi,Seharusnya Menganti Pejabat Dirut Tersebut Yang Arogan Dan Sombong Lupa Diri Bahwa Yang Memberi Makan Dan Gajinya Adalah Rakyat.Mentang2 Dia Dokter.Kita Uji Sejauh Mana Komitmen Anwar Untuk Memberantas Korupsi Dan Pejabat Nakal,Yg Tidak Tau Diri“
Palu, Nuansapos.com – WC klinik RSUD Undata kembali disoroti pasien yang datang berobat di Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Sulteng tersebut. Pasalnya, baru saja direhab sekira 1,5 tahun lalu menggunakan APBD Sulteng Rp170 juta Tahun Anggaran 2023, akan tetapi saat ini ditemukan telah rusak berantakan, Selasa (17/6/2025).Diduga proyek tersebut dikerjakan asal jadi, pengawasan pihak pejabat terkait di RSUD Undata tidak maksimal, akibatnya kualitas tidak sesuai dengan spesifikasi dan anggaran yang ditentukan sehingga hasilnya cepat rusak.
“Dari dulu WC ini sering rusak, Dua tahun lalu juga tidak bisa digunakan, sekarang sudah diperbaiki katanya tapi kok cepat rusak ya,” ungkap salah satu pengunjung yang tidak bersedia disebut namanya.Pantauan wartawan Proyek tersebut merupakan pokok pikiran Anggota legislatif (pokir Aleg DPRD) Sonny Tandra, fraksi Nasdem, Dapil Poso dan Tojo Una-Una. Sejak awal pekerjaannya pada pertengahan tahun 2023 ditegur Korsup Supervisi KPK lantaran menggunakan dana pokir lintas Daerah pemilihan dan diduga dikerjakan oleh anak Sonny Tandra.
Hal itu, menabrak arahan KPK yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 700.1/419//Ro.Adpim. Khususnya Angka 1, huruf c, yaitu, Menjamin pada proses pengadaan barang dan jasa harus memberikan perlakuan yang sama bagi seluruh calon penyedia tanpa adanya perlakuan khusus bagi salah satu penyedia tertentu serta memastikan semua proses dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan ketentuan yang berlaku,” kutipan dari SE Gub Sulteng, Rabu (23/8/2023).
Kemudian, melanggar angka 4 berisi, Pokok-Pokok Pikiran DPRD yang tidak bersesuaian dengan Daerah Pemilihan atau lintas Daerah pemilihan (DAPIL) serta Pokok- Pokok Pikiran DPRD yang bukan merupakan dari hasil penjaringan aspirasi masyarakat melalui reses setiap anggota DPRD untuk ditunda pelaksanaanya atau digeser pada perubahan APBD TA 2023.wartawan pada saat itu berusaha konformasi hal tersebut kepada Direktur RSUD Undata Hery Mulyadi. Namun, bukan klarifikasi yang didapat melainkan justru sang Direktur RS Pemprov Sulteng itu diduga intimidasi dan memaki maki wartawan.
“Kenapa kau selalu mengganggu RS Undata, kenapa pokir DPRD selalu kau persoalkan. Kelakuan kamu tidak baik, selalu mencari kesalahan orang. Coba kasih bagus kelakuanmu. Kasih bagus otakmu, supaya kau dapat rezeki. hati hati suatu saat kau akan dapat batunya,” kata Herry dengan nada keras sambil menunjuk-nunjuk ke wajah wartawan.Peristiwa itu terjadi sewaktu wartawan bertemu Direktur Utama RSUD Undata, Herry Mulyadi, di Masjid Al-Mizan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur. Senin (30/10/2023)
Mendengar suara dokter gigi ini semakin keras, Acil, seorang di antara jamaah masjid, menghampiri untuk menengahi sambil nasihati supaya tidak ada keributan di masjid.”Pak dokter bisa diam ga, jangan ribut di masjid malu didengar orang. nanti masalahnya bisa dibicarakan baik baik setelah pak Awil (Dodi) selesai sholat” kata Acil.Lalu, Mulyadi berkilah. “ini, si Dodi selalu mengganggu rumah sakit saya,” katanya menyebut nama sapaan wartawan , Awiludin M Ali, sambil beranjak masuk ke toilet masjid.
Literasi wartawan, Proyek WC RSUD Undata ini adalah bagian dari 3000an paket proyek pokir DPRD senilai ratusan miliar per tahun, Supervisi KPK sejak tahun 2023 yang lalu telah memantau lantaran diduga melanggar regulasi dan berpotensi terjadi tindak pidana korupsi.
Sonny Tandra sebagai pemilik pokir dengan Herry Mulyadi sebagai Kuasa pengguna Anggaran proyek tersebut diduga kongkalikong dalam pelaksanaan proyek tersebut sehingga menabrak regulasi yang telah diperingatkan KPK. Wartawan kembali berupaya menghubungi Sonny Tandra maupun Herry Mulyadi Guna konfirmasi, Namun sampai berita ini ditayangkan tidak ada jawaban dari mereka justru nomor Whatsapp wartawan diblokir, Kamis (19/6/2023).
Sumber : SULTENG.WAHANANEWS.CO