Areal Masuk ke Tambang Nikel Morowali Utara Diblokir Warga

0
2714

Morut NP – Tanah milik S. Mandalele di areal Sogigi yang di ambil sepihak oleh  perusahaan nikel PT.Stardust Estate Investmen (PT.SEI) untuk pembangunan smelter  di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara terpaksa dipalangi oleh pemiliknya.

Buyung sebagai perwakilan keluarga Mandalele mengatakan bahwa pemalangan itu memang sengaja dilakukan sebab lahan itu adalah milik keluarga mereka yang diperoleh sejak tahun 1985 dari tanah pertanian bekas Swapraja seluas 400.000 meter persegi atau sekira 40 Hektar are luasnya.


“Berdasarkan Registrasi Tanah Desa serta kepemilikan tanah S. Mandalele sudah memiliki kekuatan hukum yang di buktikan lewat Surat Keterangan Pengusaan Tanah (SKPT) Nomor 95/70/BNT/XII/2003 yang  di tanda tangani kepala Desa dan Camat Petasia,” ungkap Buyung.

Pemalangan atas hak keperdataan milik S. Mandalele itu sendiri sudah berlangsung sejak  Rabu (8/1) dua hari lalu dan masih berlanjut hingga Kamis (9/1).

“Palang ini tidak akan kami buka sebelum perusahaan membayar ganti rugi sesuai harga penawaran yang kami ajukan ke pihak perusahaan yakni 25.000 per meternya,” tegasnya

Dibagian terpisah, pihak perusahaan dalam hal ini PT.SEI mengatakan lahan yang dimaksudkan keluarga Mandalele itu sudah dibebaskan yang pelaksanaannya berlangsung lewat mediasi penjualan antara Coy sebagai Humas perusahaan dan Kepala Desa Bunta. Atas dasar itulah sehingga PT.SEI menganggap bahwa permasalahan pembebasan tanah itu sudah selesai dan berani melakukan  pengambil material di areal tanah milik S.Mandalel tersebut.

Sementara pihak keluarga S.Mandalele atau ahli waris menepis anggapan tersebut menurutnya tanah itu belum pernah di jual kepada siapapun juga sehingg timbulah dugaan jika tanah seluas  25 Hekto Are itu sudah di gelapkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Tidak ada alasan lahan seluas  kami 40 Hektar  itu harus di bayar dulu oleh perusahaan baru kami akan buka palangnya dan kedua kepolisian harus mengungkap dan menangkap oknum-oknum  yang sudah berani menjual lahan keluarga kami tersebut,” tegas Buyung dengan nada sedikit keras (NP05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here