Bupati Parimo Merasa Ibah Nasib Sekolah Terpencil, Karena Anak-anak Harus Seberangi Sungai Demi Belajar
PARIGI, nuansapos – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah H. Erwin Burase, menaruh perhatian serius terhadap kondisi sekolah-sekolah di wilayah terpencil yang dinilai masih membutuhkan sentuhan khusus pemerintah.
Persoalan pendidikan di daerah pelosok itu disebut menjadi salah satu fokus utama dalam visi dan misi pembangunan lima tahun ke depan.
Menurut Bupati, pemerintahan yang dipimpinnya kini hampir berjalan satu tahun. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi demi kemajuan daerah, terutama di sektor pendidikan.
“Baru-baru ini kami mengunjungi sejumlah sekolah di daerah terpencil, dan kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Bupati dengan hati tersentuh.
Erwin mengungkapkan, masih ada anak-anak yang harus menyeberangi sungai untuk bisa sampai ke sekolah.
Saat debit air meningkat atau hujan turun, mereka terpaksa tidak masuk sekolah karena akses terputus.
“Ketika langit mulai mendung, orang tua langsung menjemput anak-anak mereka karena khawatir hujan turun dan air sungai meluap, sehingga anak-anak tidak bisa pulang ke rumah,” katanya.
Selain persoalan akses, pemerintah daerah juga menBupati Parimo Merasa Ibah Nasib Sekolah Terpencil, Karena Anak-anak Harus Seberangi Sungai Demi Belajarcatat masih banyak sekolah yang belum merasakan manfaat program makanan bergizi gratis.
Karena itu, Bupati menilai masih banyak tugas mendesak yang harus segera diselesaikan.
Bupati menegaskan, masa depan pendidikan tidak akan maju jika praktik-praktik yang merugikan masih terjadi, termasuk jika jabatan diperoleh dengan biaya besar.
Menurut dia, kondisi seperti itu hanya akan melahirkan orientasi mencari balik modal, bukan melayani masyarakat.
“Kalau seseorang harus mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan jabatan, maka yang dipikirkan bukan lagi pelayanan, tetapi bagaimana mengembalikan uang yang sudah keluar,” ujarnya.
Mantan anggota DPRD provinsi selama dua periode ini mengibaratkan hal itu seperti orang memancing yang mengeluarkan umpan kecil untuk mendapatkan ikan besar.
Jika umpannya besar, maka hasil yang diburu pun akan jauh lebih besar.Dalam penunjukan pejabat, Bupati mengaku berpegang pada tiga prinsip utama, salah satunya nilai keagamaan.
Dia mengutip ajaran Rasulullah SAW agar jabatan tidak diberikan kepada orang yang terlalu bernafsu mengejarnya maupun kepada orang yang menolak sepenuhnya.
Menurutnya, sosok yang tepat adalah mereka yang siap mengemban amanah jika diberi tugas, tetapi tetap lapang dada jika tidak dipercaya menduduki jabatan.
“Orang-orang seperti itulah yang paling layak,” kata Bupati. (Pde)