Luwuk

Gebyar Pasar Murah Bersubsidi Digelar, Kejari Banggai Pastikan Stok Sembako Cukup

Bupati Banggai H. Amir Tamoreka saat memberikan paket sembako secara simbolis kepada salah satu warga. (Foto: yunai)

Luwuk.Nuansapos.com – Perencanaan menggelar Pasar Murah Bersubsidi hanya butuh waktu 4 hari. Berbeda dengan pasar murah sebelumnya, kali ini harga sembilan baham pokok (Sembako) dijual dengan harga subsidi.

Kejaksaan Negeri Banggai bersama Pemerintah Kabupaten Banggai dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banggai, Senin (11/12) pagi, menggelar Gebyar Pasar Murah Bersubsidi.

Gebyar Pasar Murah Bersubsidi berlokasi di komplek eks Pasar Malam di jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Luwuk, tepatnya samping kantor Kejari Banggai, dibuka langsung oleh Bupati Banggai H. Amir Tamoreka.

Kajari Banggai Raden Wisnu Bagus Wicaksono, mengatakan, Gebyar Pasar Murah Bersubsidi digelar dalam rangka pengendalian inflasi daerah serta menyambut hari natal dan tahun baru.

“Pasar Murah Bersubsidi ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan menjelang natal dan tahun baru,” tuturnya dalam sambutan.

Dimana lanjut Kajari, Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai mendapat insentif inflasi senilai Rp9,9 miliar, merupakan kerja keras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) banggai bagaimana melihat peluang dan mengeksekusi bersama.

“Kegiatan ini direncanakan dalam 4 hari, ini bukan hanya kerja keras melainkan kerja cerdas untuk selanjutnya dilakukan penilaian secara objektif. Semoga kegiatan ibi dapat dilaksanakan lagi,” pungkasnya.

Kejaksaan Negeri Banggai memastikan paket sembako yang terdiri dari beras premium, gula pasir, minyak goreng kita, telur, mie instan, tepung terigu, susu kental manis dan sabun cuci, cukup untuk seluruh masyarakat yang datang membeli di Pasar Murah Bersubsidi tersebut.

Dalam kesempatan itu Bupati Banggai juga mengatakan, Kabupaten Banggai ditahun 2023 mendapat insentif inflasi sebanyak 2 kali, yang pertama dengan nilai Rp10 miliar lebih dan kedua senilai Rp9,9 miliar dengan total keseluruhan Rp20 miliar.

“Tentunya insentif tersebut harus segera dihabiskan di tahun ini,” terangnya.

Olehnya diharapkan jelang natal dan tahun baru tidak mempengaruhi harga sembako, dan bisa menekan harga cabe yang saat ini dijual dengan harga Rp130 ribu hingga Rp140 ribu perkilonya. (Yunai)

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp