Politik

KETUA DAWAS UNTAD MINTA DANA MILYARAN UNTUK OPRASIONAL YG TIDAK JELAS MENUAI DEMO MAHASISWA.

Mahasiswa: Copot Dan Selidiki ulah Kotor Ketua Dawas Yang Melenceng Dari Tupoksinya
PALU,Nuansapos.com-Setelah Didemo, Ketua Dewas Untad Pura-Pura Baik
*Irfa Ampri: Saya Kan Punya Wewenang
Ketua Dewan Pengawas BLU Universitas Tadulako, Irfa Ampri lama baru menampakkan diri, Di Duta melariian Diri dengan alasan ada janjian kata stafnya saat melihat mahasiswa untuk rasa.
Akhirnya, Ketua Dewas yang dinilai euforia dapat jabatan Ketua Dewas itu, Bersedia menerima Mahasiswa dan menemui pengunjuk rasa. Irfa Ampri pura-pura baik Di depan Mahasiswa setelah kepercaaan Dari Warga Untad Sudah sangat rendah.
Irfa Ampri dituntut mundur dari jabatannya oleh Aliansi Mahasiswa UNTAD karena dinilai gagal dalam melaksanakan tugas sebagai Ketua Dewan Pengawas BLU Untad, turut mencampuri urusan teknis operasional internal Untad, dan berpotensi menyalahgunakan kewenangannya dengan memeras Untad.
Dalam selebaran yang dibagikan oleh mahasiswa, aliansi yang menamakan diri sebagai Mahasiswa Peduli Untad itu mengkritisi intervensi dari Irfa Ampri yang keterlaluan sehingga menyebabkan kemacetan layanan akademik maupun nonakademik di Kampus Untad.
“Ternyata Irfa Ampri ini model pejabat mental kerupuk, dan hanya berani mengutus staf tidak penting menghadapi mahasiswa. Kasihan kampus kami kalau direcoki oleh pejabat model Irfa Ampri begini. Tidak lama lagi sudah mau Agustus tetapi tidak ada satu pun program kemahasiswaan yang jalan. Ternyata akar masalah dan biang masalahnya Ketua Dewan Pengawas ini,” ujar salah satu mahasiswa aksi seraya menambahkan aksi mereka atas izin kepolisian dan menerapkan protokol kesehatan.
Mahasiswa juga menuntut agar Irfa Ampri segera menyerahkan pelaksanaan teknis operasional layanan kepada Pihak Untad. Dewas disarankan cukup memberikan arahan sesuai tugasnya.
“Kami juga meminta penjelasan karena sudah menjadi rahasia umum, apa sebenarnya tujuan Ketua Dewas meminta dana operasional Rp 1 Milyar. Tidak lupa, sekali lagi jangan sampai Saudara Irfa Ampri mencampuri teknis operasional Untad, kalau masih mencampuri, kami siap berdemo ke Jakarta sampai Irfa Ampri dicopot dari jabatannya dan kami akan minta diperiksa Irjen Kementerian Keuangan,” jelas mahasiswa lainnya.
Salah seorang dosen yang sempat ditemui juga mengungkapkan berbagai kelakuan aneh Irfa Ampri. Ketua Dewas itu diceritakannya pernah meminta ruangan khusus untuk dirinya di Rektorat Untad. Permintaan itu disanggupi dan dipenuhi oleh Pihak Untad. Saat ruangan sudah siap ditempati, Irfa Ampri malah protes karena katanya tidak representatif sebab banyak dinding yang retak dan berlubang.
“Ini orang kok aneh. Untad ini kan pada 2018 lalu mengalami bencana gempa. Mungkin nanti ada gempa lagi dan dia kena bongkahan beton baru dia tahu penyebab dinding bangunan bisa retak,” beber dosen yang akrab dengan banyak LSM Antikorupsi itu.
Dosen itu juga membenarkan soal permintaan dana operasional Rp 1 Milyar dari Irfa Ampri ke Pihak Untad. Permintaan tidak lazim itu telah menjadi cerita di Kampus Untad. Dirinya membeberkan, karena permintaan itu tidak dipenuhi sebab tidak sesuai dengan aturan yang ada sehingga Irfa Ampri mulai berkelakuan aneh dan mempersulit Untad, serta mencampuri teknis operasional pelayanan.
“Kelakuan ini aneh sekali. Lulusan luar negeri tetapi kok kelakuan begitu. Sebagai Ketua Dewan Pengawas, kalau dibandingkan dengan tiga ketua dewan pengawas sebelumnya, sangat berbeda, seperti langit dengan kerak bumi. Irfa itu kerak bumi. Saya juga bersama teman-teman LSM Peduli Untad akan melaporkan kelakuan Irfa ke Ibu Menteri Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi,” jelasnya.
Irfa Ampri Akhirnya Temui Mahasiswa
Secara terpisah, sekitar Pkl 12 siang, Irfa Ampri akhirnya kembali ke kantor karena terus ditunggu oleh mahasiswa Untad. Irfa Ampri menerima mahasiswa Untad di ruang pertemuan Kanwil Ditjen Perbendaharaan. Dalam audiensi dengan mahasiswa, Irfa Ampri secara angkuh mengungkapkan kalau dirinya memiliki kekuasaan dalam persetujuan anggaran di Untad.
“Jadi kalau mau revisi, ya harus persetujuan Dewas. Pihak Rektorat tidak bisa melakukan perubahan atau pengusulan tanpa persetujuan saya,” jelasnya angkuh.
Menanggapi hal itu, salah seorang perwakilan mahasiswa menyampaikan baru kali ini mendengar ada pejabat yang ngotot padahal menyalahi aturan.
“Dia tetap ngotot dan menjurus ke kesewenangan-wenangan, dan penyalahgunaan kekuasaan. Sekali lagi, jika hak kami diganggu oleh Saudara Irfa Ampri, kami akan demo besar-besaran, dan kami pastikan akan ke Jakarta berdemo di Kantor Kementerian Keuangan agar pejabat model begini dicopot,” ujar mahasiswa itu. BAM

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp