KETUM GKST : REFORMASI GKST!!!Keterbukaan Dan Laporan Keuangan GKST Sudah Sampai Ke Tingkat Paling Bawah Jemaat.
Djadaramo Tasiabe ; Apa Yang Menjadi Polemik Sudah Kami Lakukan Dengan Membuat Laporan Kepada Warga Jemaat GKST,Melalu Para Ketua2 Jemaat Yaitu Pandeta2 Di Setiap Wilayah,Namun Disitu Persoalanya Karna Lapiran Melalui WA Tersebut Tidak Di Teruskan Ke Jemaat Tingkat Bawah Oleh Para Ketua2 Jemaat,Karna Itulah Gejolak Ini Muncul,Pada Hal Keterbukaan Management Laporan Keuangan Kami Sudah Bagus Semuanya Dan Disebarkan Di WA Grup.Tandas Tasiabe.
Nuansapos.com – Semakin menguat dan desakan terhadap transparansi keuangan di tubuh organisasi GKST yang salah satu Organisasi tertua Gereja di sulawesi tengah berpusat di kabupaten poso dan sekitarnya,dimana jemaatnya terbanyak di wilayah poso dan morowali utara ini.G
KST berdiri sejak 18 Oktober 1947 di tentena,sulawesi tengah,penetapan ini lahir dari sinode pertama kali GKST yang berkangsung di tentena pada tanggal 14 sampai 19 oktober 1947.Dan menjadi anggota PGI pada tanggal 25 mei 1950.GKST secara singkat adalah hasil pekabaran injil Dr.A.C.Kruyt dari Nederlandsch Zendeling Genootschap(NZG)yang tiba di poso pada tahun 1892 serta pada tahun 1895 Dr.N.Adriani dari Nedelandsch Bijbelgenootschap,tiba di poso melakukan pembatisan pertama dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 1909 di kasiguncu kepada kepala suku pebato yaitu papa I Wunte Dan Ine I Maseka bersama ratusan pengikutnya,yang pada akhirnya pemerintah menetapkan sebagai gereja resmi pada tahun 1947.
Dengan ketua GKST pertama Dr.E.Dijkhuis dan berpusat di tentena.Dan GKST pernah mengalami masa-masa sangat sulit yaitu pecahnya konflik kerusuhan poso pada tahun 1998,2000 sampai 2005.(Kami NP menjadi saksi sejarah kelam itu beberapa kali turun ke wilayah konflik).Dalam konflik tersebut,sekertaris Umum Sinode GKST Pdt.Rinaldy Damanik yang juga deklarator perdamaian Malino untuk poso.
Di Vonis 3 tahun penjara,atas tuduhan yang sama sekali ngawur dan tidak pernah dia lakukan,tetapi yg sesunguhnya ia melakukan pembelaan yang berani terhadap umat kristen dan rakyat yang tak berdosa akibat kerusuhan politik tersebut dengan mengevakuasi para korban di wilayah yang berbahaya tersebut,(saya saat itu pemred nuansa pos dan wartawan Fakta beberapa kali mewawancarainya di tengah konflik,hampir kena bom molotov).
Dengan beraninya Damanik melakukan protes keras penuh emosional pada pemerintah akibat pemerintah lamban menangani kekerasan di poso,dengan data-data yang dimiliki di lapangan,Damanik terus mendesak pemerintahan saat itu untuk menyelesaikan konflik poso yang berakibat di penjaranya Damanik.pada tahun 2004 Damanik masih di dalam penjara terpilih sebagai Ketua Umum Sinode GKST oleh warga GKST. Saat ini GKST sudah memiliki wilayah pelayanan yang sangat luas meliputi sulawesi tengah,selatan dan Indonesia lainya,saat ini sekitar 501.750 jiwa sebagai anggota GKST.
Memiliki sekitar 468 jemaat yang terbagi di dalam 27 klasis yg di layani oleh 670 pegawai pegawai organik,dengan status pendeta dan non pendeta. Kembali ke gelombang desakan reformasi tata kelola keuangan di tubuh GKST,dalam pernyataanya Pdt Djadarama Tasiabe M.Th,Ketum GKST( 8/8/2026) pada wartawan nunsapos.com membeberkan bahwa apa yang menjadi tudingan dari sejumlah warga GKST sudah di penuhi manajemen GKST secara penuh bahkan laporan kegiatan dan keuangan sudah ada di grup-grup WA GKST ,”kami mengirimkan ke para ketua-ketua jemaat dalam hal ini kepala-kepala pendeta di wilayah kerja masing-masing tapi laporan itu tersumbat di mereka karena tidak di teruskan ke jemaat masing-masing entah lalai dan malas,yang jelas semua desakan ini saya bersumpah atas nama Tuhan Bahwa di kepemimpinan ini saya jamin BERSIH tidak ada yang saya makan uang2 begitu,semata mata hanya hak saya saja yang saya ambil.mengenai rumah sakit itu sudah puluhan tahun ada dan terpisah pengelolaanya saya tidak tau apa2 itu yayasan RS saja yang kelola,saya benar2 tidak tau apa2.karna dalam pengawasan ada tiga unsur independen internal pengawasan yang mengawasi keuangan di GKST”,tekan Tasiabe.
Lebih jauh Tasiabe mengatakan “saya bersedia melakukan permintaan pengawasan ke Kejaksaan Untuk pengawasan lampiran keuangan di tubuh GKST,tapi khan sekarang menurut saya baik2 saja.sekali lagi saya bersumpah sepeserpun tidak makan uang yang bukan hak saya,baik itu sumbangan pihak2 simpatisan GKST maupun bantuan2 pemerintah,swasta dan perorangan,saya betul2 jujur ini pak,dan untuk rumah sakit itu bukan bantuan uang tapi pembangunanya.juga pembangunan kantor sinode sebesar 5,8 milyar semua sudah di laporkan,makanya bapak gubernur memuji kami gkst adalah swasta terbaik dalam pelaporan keuangan bantuan yang terkumpul hampir 9 milyar dan terpakai 5,8 milyar.juga saya apresiasi sama pak gubernur yang sudah respon baik terhadap gkst.saya benar2 puas akan respon pak gubernur”,Ungkap Tasiabe ini dengan nada memuji kepada Anwar Hafid Selaku gubernur yang meresmikan kantor GKST.
Namun Pdt Tasiabe lupa bahwa ada ratusan ribu jemaatnya yang susah payah memberikan pundi-pundi hanya untuk menopang organisasi GKST tetap berjalan,mereka tidak menuntut ucapan terima kasih tapi menuntut kejujuran para pemangku di organisasi untuk melaporkan uang mereka agar tepat sasaran,mereka sangat tidak berharap pujian politik para politikus busuk untuk meraup suara dan menebalkan wajah munafik mereka demi jabatan kedua dan seterusnya,dimana seharusnya para jongos rakyat ini sadar sumbangan mereka juga uang rakyat,yang tidak boleh di puji-puji para pemangku kebijakan yang mereka angkat,karena hanya pada Tuhan Yesus lah mereka berkiblat bukan pada penguasa dunia,ungkap Jems pada media ini.
“Mereka harus malu kalau memuji-muji gubernur padahal gubernur hanya satu atau dua priode tapi pada jemaat miskin yang setia pada gereja mereka abaikan”,ungkap jems kayupa dengan nada sesal.
Pada prinsipnya keterbukaan dan reformasi ini harus di jawab oleh Pengurus GKST saat ini,karena arus gelombang kedua akan menerpa GKST usai kerusuhan tahun-tahun kemarin.Salah satu sinode Morowali Utara sudah bersikap untuk memisahkan diri,ini perlu di kaji lebih mendalam dalam kepemimpinan Bapak Pdt Djaraman Tasiabe harus mampu bersikap bijak dalam menyelesaikan bibit kehancuran organisasi,hal ini diingatkan salah satu tokoh gereja GKST karena di manado sekarang lagi bergejolak dengan pemeriksaan Ketua umum dan para pengurus GMIM karna dugaan korupsi.Mungkin saatnya berbenah dari pelajaran di manado ungkap tokoh itu pada wartawan.