Komandan Korem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf Ajak Wartawan Berdialog Seputar Operasi Penegakkan Hukum Terhadap DPO Sipil Bersenjata Poso
POSO, Nuansapos.com – Komandan Korem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, menghadirkan jurnalis Poso, baik cetak maupun elektronik dalam sebuah dialog sambil ngopi bareng bertempat di Makodim 1307/Poso, Selasa malam (23/03/2021), yang dimulai sekira pukul 20.00 wita.

Brigjen TNI Farid Makruf yang saat itu turut didampingi oleh Dandim 1307/Poso
Letkol Inf Gusti Nyoman Mertayasa serta Komandan Batalyon Infanteri 714/SM
Letkol Inf C. Rusmanto, S.Sos., M.Sc
mengajak para pewarta Poso yang hadir, untuk memberikan pandangan maupun masukan, seputar soal pelaksanaan operasi penegakkan hukum terhadap para DPO anggota sipil bersenjata, yang hingga kini tak juga kunjung selesai.
Dialog yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban malam itu, secara bergantian para pewarta yang hadir saat itu diberikan kesempatan menyampaikan saran dan pendapatnya berdasarkan pengalaman maupun pengamatan jurnalisnya masing-masing, sejak awal operasi ini digulirkan puluhan tahun silam dan bahkan telah beberapa kali berganti nama sandi operasi.
Yang tak kalah penting, dari para insan pers, juga mengusulkan agar supaya pihak penanggung jawab Satgas operasi Madago Raya bisa memberikan informasi, sekaligus menjadi narasumber terkait soal perkembangan giat operasi sebagai bahan pemberitaan.
Menjawab hal tersebut, orang nomor satu di Korem 132/Tadulako ini mengakui peran media dinilai penting sehingga dirinya berjanji akan berupaya meluangkan waktu dan mengagendakan pertemuan dengan insan pers Poso, guna menyampaikan kondisi terkini para DPO maupun tugas operasi, yang telah atau pun yang baru akan dilaksankan, yang dianggap layak dipublikasikan kepada masyarakat.
“Dalam pertemuan kali pertama ini, saya ingin rekan -rekan wartawan bersama kami, untuk mengajak para simpatisan agar tidak lagi memberikan dukungan terhadap DPO ini dan harapan terbesar kami adalah mereka menyerah agar tiada lagi pembunuhan, korban tembak, yang pada akhirnya hanya akan melahirkan rasa dendam berikutnya. Tapi, kalau mereka mau berdamai, jalani hukuman setelah itu bisa hidup berdampingan dengan keluarganya, hidup layak dan normal ditengah masyarakat serta bisa menjalankan ibadahnya dengan lebih baik. Tidak seperti sekarang ini, selalu dibayangi rasa ketakutan, terlebih lagi kondisi hutan yang semua serbah penuh keterbatasan.” ungkap jenderal bintang satu dipundaknya ini.
Farid Makruf juga menitipkan pesan sekaligus mengajak semua elemen masyarakat Sulteng, khususnya di Poso untuk bersama – sama mendukung dan terlibat dalam Operasi Madago Raya.
“Sesuai makna atau artinya Madago Raya adalah Baik Hati, kita mengedepankan kebaikan hati, tidak bertujuan untuk membunuh saudara-saudara kita diatas gunung itu. Justru sebaliknya ingin mengajak mereka turun. Itulah filosofi yang terkandung dalam sandi operasi Madago Raya. Jika benar mereka mau turun, tidak akan disakiti, Danrem dan Kapolda akan jadi jaminannya, hanya akan disesuaikan dengan proses hukumnya saja.” ucap Danrem Farid Makruf, seraya menambahkan,”Berhasil tidaknya operasi ini, sangat tergantung pada peran masyarakat itu sendiri. Kalau mereka berhenti menjadi simpatisan, tidak mendukung baik informasi maupun logistik, saya yakin operasi ini akan cepat selesai dan tidak akan ada lagi tembak – tembakan yang hanya membuat dendam baru. Bagi mereka yang telah terhasut dengan ajaran radikal mereka, bisa nanti dikikis pelan-plan, sehingga anak – anak kita, bisa tumbuh normal, membaur di tengah masyarakat.”pungkasnya.