Mantan Sekda Morowali Bantah Terlibat Dokumen Palsu, Djafar Hamid : Saya Ikhlas Diganti
MOROWALI, Sulawesi Tengah- Mantan Sekda Morowali, Moh.Djafar Hamid membantah bahwa dirinya terlibat dengan pemalsuan dokumen IUP 5 perusahaan tambang, yang saat ini proses hukumnya sedang bergulir di Polres Morowali.
Pergantian dirinya sebagai Sekda Morowali, murni karena masa tugasnya sebagai abdi negara (ASN) sudah akan berakhir atau memasuki masa pensiun yang sisa beberapa bulan kedepan, bahkan SK pensiun dimaksud sudah terbit dan diterima.
“Tidak benar saya terlibat soal pemalsuan dokumen IUP 5 perusahaan tambang yang lagi masalah itu, murni karena masa tugas saya sebagai ASN memasuki masa pensiun pada bulan Agustus 2022. Jadi, pergantian saya sebagai Sekda Morowali, sama sekali tidak ada kaitannya dengan dokumen palsu,” terang Djafar Hamid saat ditemui sejumlah wartawan dikediamannya, Sabtu petang (12/02/2022).
Begitu pun pergantian dirinya sebagai Sekda Morowali, diterima dengan ikhlas walau masih tersisa sekitar 6 bulan tapi itu merupakan keputusan terbaik dari pimpinan dalam hal ini Bupati Morowali sebagai user.
Dia menyadari bahwa akhir-akhir ini dalam menjalankan tugas tidak bisa full time karena kondisi kesehatannya yang kurang baik, mungkin saja Bupati Morowali menginginkan Sekda yang lebih enerjik untuk mensukseskan program Bupati/W.Bupati yang tersisa sekitar 2 Tahun.
“Saya iklas diganti yang telah menjabat 5 tahun 2 bulan karena saya menyadari dalam menjalankan tugas selama ini sudah tak dapat bekerja full time seperti biasa. Bahkan, kadang pukul 12:00 Wita saya sudah pulang kantor karena memang kondisi kesehatan saya sedang terganggu,” jelasnya.
Di akhir penjelasan, dia menekankan agar kasus dokumen palsu 5 IUP tambang di usut tuntas dan diungkap siapa pelakunya, agar kasus tersebut terang benderang tak jadi bola liar kemana-mana dan pelaku sesungguhnya dapat diungkap .
Karena, menurutnya penerbitan dokumen IUP 5 perusahaan tambang tersebut tidak diketahuinya dan pihaknya pun membenarkan tanda tangan dan cap Bupati Morowali yang ada dalam dokumen dipalsukan.
“Saya tidak tahu sama sekali soal dokumen palsu itu, nanti saya dipanggil Polres Morowali untuk dimintai keterangan baru saya liat itu surat, dan setelah saya perhatikan jelas tanda tangan dan capnya Bupati itu, benar palsu tidak sesuai dengan aslinya. Kerena capnya kecil sedangkan aslinya agak besar,” ungkap mantan Kadis DLHD dan DKP Morowali itu.
Dari wawancara yang dilakukan diperoleh informasi bahwa sejauh ini sejumlah pejabat sekretariat Pemda Morowali telah diperiksa Polres Morowali terkait dokumen palsu. Diantaranya, Kabag Hukum, Asisten I, dan Sekda Morowali, terakhir Sepri Bupati Warni.
Untuk diketahui, Sekda Morowali diganti pada Jum’at, (04/02/2022) bertepatan dengan proses hukum dokumen 5 IUP palsu yang sedang bergulir namun hal tersebut sama sekali tak ada kaitannya dengan pergantian dirinya sebagai Sekda Morowali sebagaimana penjelasannya diatas.
(PATAR JS)