Menteri KP Edhy Prabowo Tinjau Lokasi Tambak Udang Di Sijoli, Begini Penjelasannya

0
346

PARIMO, nunsapos.com | Usai tebar benur udang vaname di Desa Tomoli Selatan Kecamatan Toribulu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI kembali meninjau tambak udang Di Desa Sijoli Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (10/6/20).

Dihadapan Kelompok Usaha Perikanan Maju Budidaya Kabupaten Parigi Moutong, Menteri Edhy menyampaikan beberapa motivasi pembagunan di sektor Kelautan dan Perikanan.

Menteri KP Edhy Prabowo membawa 4 Direktorat Jenderal yaitu Dirjen Perikanan dan Budidaya Dr Slamet Sugianto, Dirjen Perikanan Tangkap Zulfikar Muhtar, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Dr Ariandono Dan Dirjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan DR TB Hairu.

“Ini 4 Dirjen sengaja saya bawah, saya yakin mereka bisa menindaklanjuti disetiap kunjungan kami Di 4 Provinsi,”urainya.

Seperti diketahui, Menteri KP Edhy Prabowo baru perdana kunjungan kerja di Sulawesi pasca ia dilantik menjadi Menteri. Adapun Sulawesi yang ia kunjungi Provinsi Sulawesi Barat di Kabupaten Mamuju Utara (Pasangkayu), Sulawesi Tengah Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Gorontalo dan Manado Provinsi Sulawesi Utara.

“Kami datang tidak merepotkan daerah atau membebani masyarakat. Tetapi kami datang setelah ini ada eksekusi yang bisa kami laksanakan,”Ujar Edhy disambut tepuk tangan oleh masyarakat dan tamu undangan yang hadir.

Menteri Edhy mengatakan, wajar kalau ada sebutan Desa Sijoli, karena kata ia, dalam kamus bahasa Indonesia Sijoli pasangan berdua, maka 2 gubernur yaitu Gubernur Sulawesi Tengah dan Gubernur Gorontalo bertemu bersatu mengatasi masalah Kelautan Dan Perikanan.

Menteri Edhy katakan, saat dari Mamuju Utara naik Helikopter beberapa kali, ia melihat mulai dari selat makassar sampai teluk tomini sumberdaya alamnya sangat luar biasa.

“Untuk di Sulawesi Tengah saya melihat ada 2 Wilayah penangkapan, yaitu Perikanan laut dan penangkapan darat. Jika dilihat secara logika sangat tidak mungkin rakyat miskin. Karena jika itu dikelola maksimal, yakin dan percaya masyarakat menjadi kaya sangat mudah,”Tuturnya.

Menteri Edhy mengilustrasikan, mengapa perlu penguatan disektor Perikanan Budidaya?, karena menurutnya, jika dibandingkan pertambakan zaman dahulu memakai alat tradsional 1 hektar hanya menghasilkan 2 ton, tetapi dengan metode yang baru kata Menteri Edhy sistim intersifikasi akhirnya tambak bisa menghasilkan 40 ton per tahun.

“Kalau kata Rudy Direktur utama PT Parigi Aqua Kultur Prima 40 ton itu hanya 1 siklus, itu artinya setahun bisa dapat 2 siklus. Kalau rata rata 1 hektar saja 15 juta kali 2 siklus maka bisa menghasilkan 500 – 700 juta pertahun. Hanya saja ini belum tersosialisasi dengan baik. Ini yang akan kita dorong kedepan nantinya,”Beber Menteri Edhy.

Menteri Edhy menambahkan, sesuai perintah Presiden Joko Widodo, kepada Kementrian KP hanya dua yang ditekankan yaitu memperbaiki komunikasi dengan nelayan apapun masalah ditengah tengah masyarakat tentang Kelautan Dan Perikanan Menteri harus hadir.

“Saya tidak malu dibilang nelayan, karena nelayan-lah mengangkat gizi bangsa ini, orang kita dulu tinggi tinggi, namun karena dijajah dicari cari alasan agar tidak mengkonsumsi ikan. Katanya kalau makan ikan nanti kena cacingan, padahal itu salah besar, justru kita semakin banyak makan ikan maka semakin sehat dan menambah tinggi badan,”Jelasnya.

Selanjutnya kata Menteri Edhy, penekanan kedua oleh Presiden Joko Widodo adalah membangun budidaya perikanan dan perencanaannya. Tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah pusat, karena APBN hanya diambil 15 – 20 persen dan sisanya untuk Swasta, Pemda dan perorangan. Ini yang harus di gabungkan.

Kata ia, ada pula pinjaman Bank, Pemerintah telah
mengkucurkan dana KUR sebanyak 195 triliun dengan bunga turun menjadi 6 persen ditambah pagu ditingkatkan dari 25 juta menjadi 50 juta dan ini akan diperoleh 1 kelompok sebanyak 10 orang dan 1 kelompok bisa mendapat 500 juta.

“Tidak hanya itu saja, pak Presiden memberikan dana masing masing ke Kementerian Teknis misalnya Kementerian KP, ada dana LPUM UKP dan disiapkan anggaran dana segar yang bisa langsung dikucurkan ke masyarakat binaan.

“Saya bisa kucurkan dana pinjaman yang bunganya hanya 3 persen kalau memang KUR tidak tercapai. Saya tantang 2 gubernur ini, dan ini tidak bisa dicairkan lewat APBD. Kami bisa menyalurkan ini apabila bapak bapak bisa mengkoordinir nelayannya, baik itu bentuk budidaya ataupun perikanan lainnya. Kami akan verifikasi, jika benar itu adanya langsung kami kucurkan,”Tantang Menteri Edhy kepada 2 Gubernur yaitu Gubernur Sulteng Dan Gubernur Gorontalo.

“Saya hadirkan 4 Dirjen, kalau ada nelayan buat kesalahan, tidak kami diskriminasi, dia salah bawah alat tangkapnya kami panggil untuk beritahu dan membina nelayan tersebut. Bahkan kami berencana menghitung untuk nelayan dibawah 10 juta atau 5 juta izinya kami tidak minta bayaran. Anda mau melaut selama keamananya terjamin dan keselamatanya terjamin kita izinkan. Yang jelas begitu sampai di darat kita harus pastikan ikannya terserap,”Tambahnya.

Kata Menteri Edhy, saat terjadinya awal Pandemi Covid- 19 di bulan Februari 2020 Kementerian KP merasa khawatir dan sempat panik harga dipasaran akan jatuh dimulai dari budidaya udang, tetapi mampu diatasi.

“Saya mengirim Surat ke para Gubernur se Indonesia dan ditanggapi positif. Udang yang ukuran 100 ekor perkilo sudah diatas rata rata bahkan di pulau jawa sudah menyentuh harga 60 ribu,”Terangnya.

Diakhir pesannya, Menteri Edhy menyampaikan bahwa tidak ada lagi birokrasi yang panjang, Izin kapal diatas 40 GT dan 30 GT dulu pengurus izinya sangat lama berbulan bulan, saat ini cukup hanya 1 Jam saja.

“Ini sudah kita buktikan, dan ini adalah perintah Presiden. Alhamdulillah kita menangkap lagi 2 kapal di WPP 711 Natuna, yaitu 1 kapal berukuran 100 GT dan 1 kapal lagi berukuran 84 GT dari Vietnam dengan nahkoda dan awak kapalnya 20 orang. Jadi total sudah kita tangkap ada 42 kapal,”tutupnya. (NP1)

TIM IKP DISKOMINFO PARIGI MOUTONG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here