Pengukuhan Bunda Literasi dan Penandatanganan MoU Pembangunan Perpustakaan Provinsi Sulteng Rp 16 M Dihadiri Langsung Kepala Perpustakaan Nasional

Palu,Nuansapos.com – Pengukuhan Bunda Literasi Provinsi Sulawesi Tengah dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah yang dihelat di ruang Pogombo Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (2/3/2022) dihadiri langsung Kepala Perpustakaan Nasional, Drs Muhammad Syarif Bando.
Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs I Nyoman Sriadijaya dalam laporannya mengatakan.
Dasar Pelaksanaan kegiatan Talk Show, Pengukuhan Bunda Literasi Sulteng dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut berdasar pada.
UU Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpusatakaan dan UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan UU Nomor 4 tahun 2007 tentang Perpustakaan, Peraturan Pemerintah Daerah Provinsi Sulteng Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan susunan Perangkat Daerah, Peraturan Daerah Sulteng Nomor 43 Tahun 2016 Tentang Kedudukan dan Susunan Organisasi Dinas Daerah, Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat , Peraturan Gubernur Sulteng Nomor 73 Tahun 2016 Tentang Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulteng, Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Perpusatakaan Nasional RI tahun 2022.

Latar belakang penyelenggaraan kegiatannya menurut Nyoman merupakan dukungan terhadap visi Presiden RI tahun 2020-2024 dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul untuk Indonesia maju dimana literasi kata Nyoman menjadi faktor esensial dalam upaya membangun masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif, dan berkarakter.
Disamping itu kata Nyoman sebagai upaya mendukung terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Presidenisasi G20 ke 17.
” Sebagai satu-satunya Negara Asia Tenggara yang menjadi anggota G20 harus kita manfaatkan semaksimal mungkin khususnya dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemic covid-19 ”
” Oleh karena itu literasi yang kuat pasti mampu mendorong manusia pada kegiatan produktif yang memberikan manfaat sosial, ekonomi dan kesejahteraan, ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan Perpustakaan Nasional RI tahun 2022 ini tambah Nyoman akan fokus pada tingkat kegemaran membaca dan indeks literasi di masyarakat.
” Salah satu upaya yang dilaksanakan pada tahun 2022 adalah peningkatan indeks literasi masyarakat (PILM) dengan tema”Transformasi perpusatakaan mewujukan ekosistem digital nasional melalui penguatan sisi hulu dan hilir budaya baca dan indeks literasi masyarakat yang diharapkannya akan mampu memperkuat ekosistem budaya baca dan literasi Indonesia,” tukasnya.
Adapun tujuannya kata Nyoman untuk meningkatkan promosi tentang pentingnya perpustakaan dan kegemaran membaca kepada masyarakat secara langsung melalui event yang bersifat informatif, komunikatif edukatif dan entertaining serta mendorong komunitas atau kelompok masyarakat untuk terus belajar sepanjang hayat (Long life learning).
Memotivasi masyarakat tentang pentingnya literasi dalam meningkatkan kualitas hidup dan membentuk ekosistem literasi serta gerakan sosial pembudayaan gemar membaca dan meningkatkan indeks literasi baik dilingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun di tataran pemerintahan .
Sementara Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando dalam sambutannya mengatakan.
Sejak tahun 2019 pihak Perpustakaan Nasional telah diberikan kewenangan untuk memberikan alokasi Dana Khusus (DAK) membangun Perpustakaan di daerah-daerah senilai Rp 15 M untuk Provinsi dan Rp 10 M untuk Kabupaten / Kota.
Provinsi Sulawesi Tengah sendiri kata Bando mendapat Rp 15 M ditambah 1 M yang digunakan sebagai penambahan infrastruktur sarana dan prsarananya.

Masih pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tengah, H Rusdy Mastura dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Sulteng mengatakan.
Peran serta Perpustakaan sangat strategis dalam upaya mencerdaskan masyarakat sehingga keberadaan Perpustakaan perlu ditingkatkan.
” Saya bermimpi bisa membangun gedung layanan perpustakaan dan kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah yang representative dengan memadukan layanan Perpustakaan dan Kearsipan secara konvensional dan digital ”
” Sebagai Pembina semua jenis perpustakaan di Sulteng, Gubernur berharap, Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Provinsi dapat membuat terobosan yang sinkron dengan program Perpustakaan Nasional yang dimaksudkan untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat dan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ,” ungkapnya.
Semoga dengan dibangunnya Perpustakaan di Sulteng kata Gubernur bisa mengembangkan potensi dan kearifan lokal guna meningkatkan kreatifitas, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Kepada Kepala Perpustakaan Nasional, Drs. Muhammad Syarif Bando selaku ketua pengkaji pahlawan nasional yang telah membantu proses penganugerahaan gelar Pahlawan Nasional kepada Tombolotutu dan bantuan 1 unit mobil operasional keliling, Gubernur tak lupa mengucapkan terima kasih.
Kepada semua Bupati/Walikota beserta jajarannya Gubernur meminta untuk aktif dan mengambil bagian dalam pengelolaan Perpustakaan yang orientasinya pada pelayanan prima serta mendorong kegiatan membaca sebagai sebuah gaya hidup ddan kebutuhan masyarakat yang informatif.
” Saya selalu sampaikan jangan pernah berhenti belajar dan tidak ada kata kata tamat belajar Saya sendiri sudah membaca lebih dari 2000 buku ,” tutup Gubernur mengakhiri sambutannya.

Selain dihadiri oleh unsur Forkopimda, kegiatan yang dihelat di ruang Pogombo Gubernur Sulawesi Tengah secara online tersebut juga ikut dihadiri langsung Bunda Literasi Sulawesi Tengah, Dr Hj Vera Rompas Mastura, SSos, MSi, Anggota DPR RI, Hj Sakinah Aljufri, S Ag, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dr Ir Alimudin Paada, MS serta beberapa Bupati dan para Ketua Perguruan Tinggi se-Sulawesi Tengah dan para undangan lainnya.