Presiden Joko Widodo Mengutuk Keras Aksi Terorisme Di Gereja Katedral Makassar

0
64

Jakarta, Nuansapos.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menyatakan bahwa bom bunuh diri yang dilakukan di depan Gereja Katedral Makassar itu merupakan aksi terorisme. Dia pun sangat mengutuk keras tindakan tersebut.

Namun, demikian, Jokowi mengingatkan, aksi terorisme tidak memiliki keterkaitan dengan agama tertentu. Artinya, tindakan tersebut bukan dipicu oleh ajaran agama tertentu.

Jokiwi menekankan, semua ajaran agama menolak terorisme. Oleh karenanya, dia menilai tindakan terorisme ini adalah murni kejahatan kemanusiaan

“Terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya,” tegas Jokowi saat memberikan keterangan pers, Minggu, 28 Maret 2021. Melansir laman VIVA.co.id

Dia pun menjamin, seluruh aparat negara tidak akan membiarkan tindakan terorisme terus terjadi. Maka dari itu dia meminta masyarakat tetap tenang menjalankan ibadahnya.

“Saya minta masyarakat agar tetap tenang menjalankan ibadah karena negara menjamin keamanan umat beragama untuk beribadah tanpa rasa takut,” ungkap Kepala Negara.

Sebelumnya, Sejumlah ormas Islam mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral, Jalan Kajaolaliddo, Kota Makassar, Minggu, 28 Maret 2021. Ketua Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Muchtar Daeng Lau, mengutuk keras aksi biadab itu.

“Saya mengecam dan mengutuk keras tindakan bom bunuh diri itu,” jelas Muchtar.

Ustaz Muchtar, sapaan akrabnya, menganggap tindakan itu seakan sengaja hendak membuat suasana Kota Makassar yang tadinya adem, rukun dan damai, kemudian dikesankan menjadi tidak kondusif.

Maka itu, ia meminta kepada kepolisian agar segera mengungkap identitas pelaku pengeboman serta mengusut jaringan di balik aksi teror itu.

Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI), Muhammad Zulkifli, juga menyampaikan kecaman serupa.

Dia mengatakan, justru dengan adanya kejadian itu, semestinya membuat semua pihak sadar untuk bersatu dan tetap memperkuat silaturahmi antar sesama manusia dan antar ummat beragama dalam melawan paham yang menghalalkan tindakan keji seperti itu.

“Jangan lagi ada bahasa yang seakan memberi support dan angin segar kepada kelompok ini dengan memberi pemahaman bahwa teroris itu tidak ada atau bahasa radikalisme itu tidak ada, karena bahasa ini jusru akan membuat mereka merasa di-support untuk berbuat,” tuturnya.

Polisi : Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar Berkelamin Laki-laki

Polisi mengungkap pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, diduga kuat berjenis kelamin laki-laki. Polisi terus menyelidiki identitas pelaku lebih lanjut.

“Pelakunya laki-laki,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada wartawan di lokasi, Minggu (28/3/2021). Melansir laman detikNews.

Zulpan mengatakan pelaku bom bunuh diri berjumlah dua orang di mana seorang dari mereka tewas di lokasi. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam penyelidikan polisi.

“Sementara olah TKP di lapangan, karena yang tadi disampaikan itu memang kita sudah temukan potongan tubuhnya, bisa dikenali korban tersebut pelaku,” jelasnya, seraya menambahkan,”Kita sedang mengadakan pendalaman dulu, karena ini dari temuan di lapangan cukup banyak potongan akibat ledakan tersebut yang memisahkan semua bentuk tubuh, jadi tidak dikenali,” imbuhnya.

Selain itu, Zulpan kembali meminta masyarakat tak perlu panik. Namun mereka tak perlu juga mendekat ke lokasi.

“Masyarakat tidak perlu panik dan tidak usah mendekat ke TKP,” katanya.

Seperti diketahui, ledakan terjadi pada pukul 10.28 Wita. Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah di lokasi. Potongan tubuh terlihat di sekitar lokasi ledakan. Data sementara, 14 orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here